Pengobatan Caleg Stres di Padepokan Maung Bodas, Jemput Bola bagi Caleg Depresi yang Malu Datang (3)

Kompas.com - 29/04/2019, 12:00 WIB
Pimpinan padepokan Maung Bodas, Wak Ano Lodaya (celana putih) gotong royong memotong bambu untuk membuat rumah singgah bagi pasien depresi di Padepokan, Minggu (28/4/2019). KOMPAS.com/CANDRA NUGRAHAPimpinan padepokan Maung Bodas, Wak Ano Lodaya (celana putih) gotong royong memotong bambu untuk membuat rumah singgah bagi pasien depresi di Padepokan, Minggu (28/4/2019).

CIAMIS, KOMPAS.com - Padepokan Maung Bodas memiliki layanan jemput bola untuk membantu pengobatan caleg depresi. Tim dari padepokan akan mendatangi dan bersilatuhami ke rumah caleg tersebut.

"Kita bantu mereka yang mau ke sini tapi malu," kata pimpinan Padepokan Maung Bodas Wak Ano Lodaya.

Menurut dia, selama ini tidak bakal ada yang bersilatuhami dengan caleg gagal. Padahal caleg tersebut butuh dukungan dari lingkungannya. "Kami datangi mereka, beri pendampingan," katanya

Saat jemput bola, tim hanya memberi motivasi kepada caleg gagal tersebut di rumahnya. Untuk penanganan tahapan rehabilitasi tetap dilakukan di padepokan karena membutuhkan keterampilan khusus. "Rehabilitasi tetap di sini," terang Wak Ano.

Baca berita sebelumnya: Pengobatan Caleg Stres di Padepokan Maung Bodas, Depresi Suara Jeblok karena Di-PHP Timses (1)

Untuk menambah wawasan tentang kejiwaan, semua pengurus Maung Bodas kuliah di Universitas Muhammadiyah Cirebon. Mereka mengambil jurusan Tasawuf Psikoterapi, Fakultas Agama Islam. "Ada 15 orang yang kuliah lagi. Sebelumnya 75 persen dari mereka sudah S1," terang Wak Ano.

Yang dipelajari di bangku kuliah, lanjut dia, seputar kejiwaan, tasawuf, psikoterapi, penyembuhan secara kebatinan. Tasauf dijadikan dasar untuk dapat memahami segala kondisi objek. "Kami sudah dua semester," katanya.

Wak Ano mengatakan, ia mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Maung Bodas untuk jangka panjang. Oleh karenanya pengurusnya harus kuliah lagi. "Kampus memberikan kebijakan-kebijakan dalam bentuk pilihan jadwal kuliah, termasuk pembiayaan," kata Wak Ano.

Sementara itu, Maung Bodas merupakan singkatan Manusia Unggul Boga Darah Siliwangi. Manusia unggul ini, kata dia, adalah sebuah harapan agar kita harus jadi manusia unggul.

Baca berita sebelumnya: Pengobatan Caleg Stres di Padepokan Maung Bodas, Pakai Metode Relaksasi hingga Rukiah (2)

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pembunuhan Wanita Hamil di Bandung, Pelaku Suami Siri, Dipicu karena Cemburu

Fakta Pembunuhan Wanita Hamil di Bandung, Pelaku Suami Siri, Dipicu karena Cemburu

Regional
Langka, Hujan Es Terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT

Langka, Hujan Es Terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT

Regional
PDI-P Pecat 5 Kadernya di Jateng karena Lawan Kebijakan Partai soal Pilkada 2020

PDI-P Pecat 5 Kadernya di Jateng karena Lawan Kebijakan Partai soal Pilkada 2020

Regional
Oknum Brimob Jual-Beli Senapan Serbu di Papua, Ditangkap Tim Gabungan TNI-Polisi

Oknum Brimob Jual-Beli Senapan Serbu di Papua, Ditangkap Tim Gabungan TNI-Polisi

Regional
Gegara Inkubator RSUD Sinjai Rusak, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

Gegara Inkubator RSUD Sinjai Rusak, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

Regional
Kronologi Tewasnya Perempuan yang Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo, Dipukul dengan Linggis hingga ATM Dikuras

Kronologi Tewasnya Perempuan yang Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo, Dipukul dengan Linggis hingga ATM Dikuras

Regional
Penjelasan Pemilik Ambulans yang Digunakan untuk Seserahan Pernikahan

Penjelasan Pemilik Ambulans yang Digunakan untuk Seserahan Pernikahan

Regional
Baru Dikubur 2 Hari, Makam Bocah SD Dibongkar Polisi, Ini Penyebabnya

Baru Dikubur 2 Hari, Makam Bocah SD Dibongkar Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
Kepala BNPT Minta Masjid Jadi Benteng Pertahanan dari Paham Radikalisme

Kepala BNPT Minta Masjid Jadi Benteng Pertahanan dari Paham Radikalisme

Regional
15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa

15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa

Regional
30 Napi Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Jadi Klaster Baru di Bali

30 Napi Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Jadi Klaster Baru di Bali

Regional
Ini Kunci Kesuksesan Teluk Kabung Selatan, Satu-satunya Kelurahan di Padang Bebas dari Covid-19

Ini Kunci Kesuksesan Teluk Kabung Selatan, Satu-satunya Kelurahan di Padang Bebas dari Covid-19

Regional
Hendak Ambil Madu di Kebun Sawit, Pemuda ini Tewas Disengat Kawanan Tawon

Hendak Ambil Madu di Kebun Sawit, Pemuda ini Tewas Disengat Kawanan Tawon

Regional
11 Orang Tewas Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

11 Orang Tewas Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

Regional
Viral, Video Jerit dan Tangis Saat Makam Dibongkar karena Masalah Mantan Menantu, Ini Faktanya

Viral, Video Jerit dan Tangis Saat Makam Dibongkar karena Masalah Mantan Menantu, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X