Wali Kota Tasikmalaya Menangis Saat ke Kantor Pasca-ditetapkan Tersangka oleh KPK

Kompas.com - 29/04/2019, 11:10 WIB
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, diangkat pegawainya saat masuk pertama kerja pasca ditetapkan sebagai tersangka, Senin (29/4/2019). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAWali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, diangkat pegawainya saat masuk pertama kerja pasca ditetapkan sebagai tersangka, Senin (29/4/2019).


TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menangis saat kali pertama masuk kerja pasca-ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Senin (29/4/2019) pagi.

Budi terlihat menangis histeris saat para pegawainya menghampirinya dan bersalaman seakan tak akan bertemu lagi di kantornya bersama para pegawai.

Sebelumnya, sebagian pejabat eselon II dan pegawai menyambut pimpinannya itu dengan kue ulang tahun di pintu masuk utama Bale Kota Tasikmalaya.

Budi hanya merespons dengan ucapan terima kasih dan menyuruh ajudannya untuk membawa kue tersebut ke mobilnya.

Baca juga: Jadi Tersangka KPK, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman Minta Maaf

 

Tak berselang lama, pegawai lainnya berkumpul dan menunggu di depan pintu masuk utama yang hendak bersalaman. Budi pun langsung menghampiri dan sempat memberikan kata-kata perpisahan.

"Saya berterima kasih kepada semuanya. Kalian pasti sudah tahu apa yang sedang saya hadapi. Itulah risiko pemimpin, saya selama ini berniat betul-betul membantu masyarakat Tasikmalaya, tapi betul itu belum tentu benar. Saya masih tetap akan di Kota Tasik, kita masih bisa bertemu," kata Budi, sebelum bersalaman dengan sebagian para pegawainya.

Budi meminta kepada seluruh pegawainya yang hadir untuk tetap bertanggungjawab dalam melayani masyarakat. Dirinya pun meminta maaf atas kepemimpinannya selama ini.

"Saya pun meminta maaf," ujar dia.

Seusai bersalaman dengan para pegawainya yang hadir, Budi langsung bergegas keluar dan tak diduga disambut oleh pegawai Satpol PP berseragam lengkap.

Baca juga: Suap Wali Kota Tasikmalaya Terkait Dana untuk Jalan, Irigasi, dan Rumah Sakit

 

Mereka pun langsung mengangkat Budi, sampai ke kendaraan dinasnya sembari menyanyikan yel-yel.

"Terima kasih bapak, terima kasih bapak, terima kasih bapak," ungkapnya.

Sesuai diturunkan di dekat pintu mobil dinasnya, Budi pun histeris menangis dan merangkul para anggota Satpol PP tersebut.

Budi pun langsung bergegas memakai kendaraan dinasnya menuju lokasi acara selanjutnya yakni menghadiri acara peresmian ruangan baru khusus penyakit jantung di RS TMC Kota Tasikmalaya. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Regional
Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Regional
Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Regional
Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Regional
Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Regional
Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Regional
Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Regional
Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Regional
Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Regional
Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Regional
Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Regional
Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Regional
Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Regional
Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Regional
Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X