Kata Mahasiswa Unpad soal Polemik Quick Count Vs Real Count Pemilu 2019

Kompas.com - 29/04/2019, 10:54 WIB
Ilustrasi KOMPAS.comIlustrasi

BANDUNG, KOMPAS.com – Klaim kemenangan dua kubu capres cawapres pada Pilpres 2019 berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei membuat masyarakat bingung.

Di satu sisi ada opini bahwa lembaga survei tersebut tidak netral atau hanya bayaran saja, di sisi lain ada pihak yang ngotot mengklaim menang dan tidak mengindahkan metode survei lembaga-lembaga quick count yang sudah terstandarisasi tersebut.

Di sisi lain, ada upaya untuk percaya pada penghitungan real count KPU. Namun ada juga pihak yang menunjukkan mosi tidak percaya kepada KPU.

Untuk sementara berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count, pasangan capres cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul.

Baca juga: Kata Mahasiswa Unsri Palembang soal Pemilu 2019

Serta, berdasarkan hasil situng KPU dengan data  yang masuk 49,48 persen yang masuk, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul sebesar 56,19 persen dibanding pasangan Prabowo-Sandi 43,81 persen. Hasil situng ini bisa dilihat di www.pemilu2019.kpu.go.id

Polemik hasil quick count dan real count Pemilu 2019, tak lepas dari perhatian mahasiswa Universitas Padjadjaran ( Unpad). 

Bahkan ada kalanya, mereka membahas polemik quick count dan real count ini di acara santai, perkuliahan, hingga acara formal.

Kompas.com mewawancarai sejumlah mahasiswa Unpad soal pandangan mereka mengenai polemik quick count vs real count ini. Berikut hasil wawancaranya. 

Baca juga: Kata Mahasiswa USU soal Pemilu 2019: Fenomena Nurhadi-Aldo hingga Golput

Sistem pemilu amburadul

Mahasiswa semester 4 Peternakan Unpad, Iman Taufik Ramadhan menilai, polemik quick count dan real count terjadi akibat sistem pemilu Indonesia yang amburadul dan prematur. 

“KPU sebagai penyelenggara, menjadi lembaga yang paling bertanggungjawab atas munculnya polemik ini,” ujar Iman saat dihubungi Kompas.com melalui saluran telepon, Jumat (26/4/2019).

Sebab menurutnya, KPU tidak berhasil menciptakan suasana pemilu yang sehat akibat blunder-blunder yang mereka lakukan pra dan pasca pemilu.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

Regional
Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Regional
Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Regional
Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Regional
Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Regional
Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Regional
31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

Regional
Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Regional
Kasus Beras Bansos Campur Biji Plastik di Cianjur Dinilai Rawan Politisasi

Kasus Beras Bansos Campur Biji Plastik di Cianjur Dinilai Rawan Politisasi

Regional
'Saya Kaget, Tak Menyangka Tertular Covid, Muncul Ketakutan Akan Mati, Dikucilkan Masyarakat...'

"Saya Kaget, Tak Menyangka Tertular Covid, Muncul Ketakutan Akan Mati, Dikucilkan Masyarakat..."

Regional
Dinyatakan Bersalah, 12 Polisi yang Terlibat Penembakan Warga di Makassar Dihukum

Dinyatakan Bersalah, 12 Polisi yang Terlibat Penembakan Warga di Makassar Dihukum

Regional
Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Regional
Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Regional
Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Regional
Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X