Jembatan Ambruk, Warga di Maluku Tandu Jenazah Lewati Tanah Berlumpur hingga Seberangi Sungai

Kompas.com - 28/04/2019, 15:29 WIB
Jembatan Gantung Sudisari I di Glagah, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Dok. Humas Ditjen Bina Marga Kemen PUPRJembatan Gantung Sudisari I di Glagah, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

AMBON, KOMPAS.com - Sebuah jembatan penghubung antardesa dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku ambruk setelah sebuah truk sarat muatan melintas di atas jembatan tersebut.

Peristiwa yang terjadi di Desa Dawang, Kecamatan Teluk Waru, Kamis (25/4/2019), itu tidak hanya memutus akses transportasi antardesa dan kecamatan di wilayah itu, tapi juga berdampak bagi warga yang sedang menbawa jenazah kerabatnya saat melintasi wilayah tersebut.

Sejumlah warga harus membawa jenazah kerabatnya melalui jalan berlumpur dan becek, hingga harus menggotong jenazah tersebut melewati sungai.

“Jenazah itu sementara dibawa dari Bula menuju Kecamatan Teluk Waru, tapi karena jembatannya roboh, terpaksa jenazah ditanduk melewati jalan berlumpur, setelah itu diangkut lagi dengan rakit,” kata Ali Rumfaran salah seorang warga Kecamatan Teluk Waru saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (28/4/2019).

Baca juga: Ibu yang Lompat dari Jembatan Sungai Serayu Diduga Depresi Pascamelahirkan

Ali mengatakan, jenazah tersebut digotong oleh kerabatnya bersama sejumlah aparat Polantas yang saat itu tengah bertugas mengatur kemacetan di wilayah tersebut.

“Saya tidak tahu lagi jenazah itu mau dibawa ke desa mana, yang jelas jenazah dibawa dari Bula,” katanya.

Camat Teluk Waru, Titiek J F Menyulu yang dikonfirmasi Kompas.com, membenarkan bahwa ada jenazah yang digotong warga karena kendaraan yang mereka tumpangi tidak bisa melewati jalan tersebut karena ada jembatan ambruk.

“Iya betul itu, tapi saya tidak tahu persis itu warga dari desa mana,” katanya.

Baca juga: Keluarga Sempat Cari SP, Ibu Gendong Anak yang Lompat dari Jembatan Sungai Serayu

Titiek mengatakan, jembatan tersebut ambruk setelah tidak mampu menahan beban berat yang diangkut sebuah truk.

“Jembatannya memang sudah rusak, apalagi tiang penopang betonnya juga sudah tidak ada dan tinggal rangka, jadi saat dilewati truk dengan beban berat ya ambruk,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan akses transportasi antardesa di wilayah itu, kata Titiek, saat ini telah dibangun sebuah jembatan darurat.

“Saat ini sudah dibuat jembatan darurat dan sudah difungsikan,” ujarnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X