Gakkumdu Aceh Utara Hentikan Kasus Surat Suara Tercoblos di TPS 06 Desa Jamuan

Kompas.com - 27/04/2019, 13:58 WIB
Suasana Pemilihan Suara Ulang (PSU) di TPS 38, Desa Meunasah Cut, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (23/4/2019). KOMPAS.com/MASRIADISuasana Pemilihan Suara Ulang (PSU) di TPS 38, Desa Meunasah Cut, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (23/4/2019).

ACEH UTARA, KOMPAS.com - Tim penegakan hukum terpadu ( Gakkumdu) Aceh Utara resmi menghentikan pengusutan kasus pencoblosan puluhan surat suara sebelum digunakan di Tempat Pemungutan Suara ( TPS) 06, Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro Aceh Utara, Senin (25/4/2019).

Tim terpadu terdiri dari penyidik Polres Lhokseumawe, Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara dan Panwaslih Aceh Utara tidak menemukan pelaku pencoblosan puluhan surat suara tersebut.

Koordintor Divisi Pelanggaran Penindakan, Bawaslu Aceh Utara, Safwani, via sambungan telepon, Sabtu (27/4/2019) menyebutkan tim terpadu memustukan menghentikan pengusutan karena tidak ditemukan pelaku pencoblosan tersebut.

Sebelumnya, Bawaslu Aceh Utara, sudah meminta klarifikasi terhadap petugas untuk menginvestigasi kasus tersebut.


Baca juga: Demokrat Aceh Utara Laporkan PPK ke Bawaslu Terkait Dugaan Penggelembungan Suara

“Tim gakkumdu berkesimpulan penanganan kasus tersebut dihentikan, dikarenakan pertama, dari sisi hukum tidak ada kerugian yang ditimbulkan terhadap proses pemilu di lokasi tersebut. Yang kedua, tidak terganggunya proses pemilu,” sebut Safwani.

Dia menjelaskan, proses pemilihan saat itu masih berlangsung dan tidak dihentikan, pasalnya surat suara yang dicobloskan itu ditemukan sebelum masuk ke tong suara.

Penyebab lainnya kasus itu dihentikan, tim sudah melakukan investigasi dan sampai sekarang belum mengarah siapa pelakunya. Sedangkan waktu untuk penanganan singkat.

“Kendala waktu juga, waktunya sangat singkat, ” ujar Safwani.

Baca juga: Kelelahan Selama Pemilu, Staf PPK Aceh Utara Meninggal Dunia

Karena belum diketahui pelakunya, sehingga tidak cukup syarat formilnya, sambung Safwani. Sebelumnya diberitakan 17 April 2019 lalu, Bawaslu menemukan puluhan surat suara ditemukan telah tercoblos dengan rincian DPRK 80 lembar, DPRA 85 lembar.

Sedangkan untuk DPR-RI, DPD dan calon presiden/calon wakil presiden juga ditemukan beberapa lembar. Temuan ini berawal dari laporan pemilih yang menemukan surat suara itu ketika hendak mencoblos di bilik suara.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X