Kata Mahasiswa Universitas Brawijaya Soal Quick Count dan Saling Klaim Kemenangan

Kompas.com - 27/04/2019, 12:56 WIB
Mahasiswa semester 4 D3 Public Relations Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (UB), Vika Dwi Apriliana saat diwawancara pada Jumat (26/4/2019) KOMPAS.com / ANDI HARTIKMahasiswa semester 4 D3 Public Relations Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (UB), Vika Dwi Apriliana saat diwawancara pada Jumat (26/4/2019)

“Sebagai warga negara yang baik seharusnya menunggu hasil dari KPU. Bagaimanapun harus mengawal pelaksanaan di KPU ini dari awal hingga akhir. Jadi jangan menyimpulkan sendiri,” imbuh mahasiswa asal Indramayu, Jawa Barat itu.

Vika Dwi Apriliana

Mahasiswa semester 4 D3 Public Relations Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (UB), Vika Dwi Apriliana memandang positif hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei. Sebab menurutnya, lembaga survei tidak kali ini saja mengeluarkan rilis hasil hitung cepat.

“Lembaga survei kan banyak. Tidak kali ini saja, pemilihan gubernur dan wali kota juga ada survei, cukup kredibel juga, netral lah gitu. Kalau lembaga surveinya saya lihat netral. Karena memang ada aturannya harus netral. Selama ini hasil quick count tidak jauh beda dengan real count,” katanya.

Pandu Pakarti Bening

Pengurus Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Pandu Pakarti Bening saat diwawancara pada Jumat (26/4/2019)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Pengurus Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Pandu Pakarti Bening saat diwawancara pada Jumat (26/4/2019)
Pengurus Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Pandu Pakarti Bening mengatakan, sebagai insan akademis tidak bisa menolak hasil hitung cepat oleh sejumlah lembaga survei.

Sebab, sejumlah lembaga survei memiliki mekanisme dalam melakukan hitung cepat.

“Menurut saya sebagai mahasiswa, saya juga diajarkan untuk berpendidikan, melakukan sesuatunya itu dengan data. Kita tidak bisa menutup mata kita dengan hasil quick count soalnya hasil quick count itu ada datanya dan memang sudah terstandarisasi. Kalaupun kita mau tidak percaya, tidak bisa secara keseluruhan kita tolak. Tetap kita harus tunggu penghitungan KPU juga,” terangnya.

Clarinta Ayu

Mahasiswa semester 6 Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Clarinta Ayu melihat kesimpang siuran hasil hitung cepat Pemilu 2019. Karenanya, dirinya akan menunggu hasil resmi dari KPU.

“Waktu lihat pertama itu, ya sudah lah ntar lihat akhir saja. Semakin ramai semakin tidak jelas gitu kan,” katanya.

Amelia Saraswati

Mahasiswa semester 4 Jurusan Keteknikan Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Amelia Saraswati saat diwawancara pada Jumat (26/4/2019)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Mahasiswa semester 4 Jurusan Keteknikan Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Amelia Saraswati saat diwawancara pada Jumat (26/4/2019)
Mahasiswa semester 4 Jurusan Keteknikan Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Amelia Saraswati mengatakan, akibat saling klaim menang, dirinya menilai kedua belah pihak melakukan kecurangan Pemilu.

“Saya sebagai mahasiswa melihatnya pasti ada yang curang gitu ya. Jadi mereka kedua belah pihak sama-sama ada yang curang jadi gimana ya,” kata mahasiswa asal Jakarta Selatan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.