Di Jatim, Tenaga Pemilu yang Meninggal Dapat Santunan Rp15 Juta dan Piagam Penghargaan

Kompas.com - 26/04/2019, 19:07 WIB
Acara pemberian santunan untuk keluarga tenaga Pemilu di gedung negara grahadi Surabaya, Jumat (26/4/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALAcara pemberian santunan untuk keluarga tenaga Pemilu di gedung negara grahadi Surabaya, Jumat (26/4/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - 51 tenaga pemilu yang meninggal dunia saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di Jawa Timur, mendapatkan santunan masing-masing sebesar Rp 15 juta.

Selain mendapatkan uang santunan, tenaga pemilu juga mendapatkan piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, sebagai warga yang berjuang melaksanakan tugas negara.

Santunan dan piagam diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada masing-masing ahli waris di Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/4/2019) sore.

"Untuk yang saat ini dirawat, akan dibantu pengobatannya. Jika perlu rujukan ke rumah sakit tipe A, akan difasilitasi Pemprov Jatim," kata Khofifah, usai pemberian santunan.

Baca juga: Di Jateng, Petugas Pemilu yang Meninggal Dapat Santunan Rp 10 Juta

Choirul Anam, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, menyebut, selain mendapatkan santunan dari Pemprov Jawa Timur.

Para keluarga korban nantinya juga akan mendapatkan santunan dari KPU.

"Sekarang bantuannya masih diproses di Kementerian Keuangan," jelasnya.

Secara pribadi, para anggota KPU, kata dia, juga mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk para korban.

Baca juga: KPU Surakarta Usulkan Petugas KPPS Meninggal dan Sakit Dapat Santunan

 

Jumlahnya tidak banyak, tapi menurut Choirul, itu bentuk kepedulian anggota KPU kepada tenaga pendukung pemilu.

Selanjutnya, dia mengimbau kepada seluruh anggota KPU dan tenaga Pemilu 2019 di daerah, baik KPPS, PPS, Linmas, serta TNI/Polri yang saat ini sedang bertugas, untuk menjaga kesehatan.

"Kesehatan lebih penting. Istirahat jika sudah lelah," ucapnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh'

"Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh"

Regional
R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

Regional
Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Regional
Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Regional
Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram 'Pemberian' SBY untuk Modal Usaha

Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram "Pemberian" SBY untuk Modal Usaha

Regional
Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Regional
Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

Regional
Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Regional
145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

Regional
'Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain'

"Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain"

Regional
7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

Regional
Jam Malam pada Fase New Normal di Surabaya Resmi Diterapkan

Jam Malam pada Fase New Normal di Surabaya Resmi Diterapkan

Regional
2 Bulan Bekerja di Arab Saudi, Pekerja Indonesia Diduga Disiksa, Tangan Disetrika

2 Bulan Bekerja di Arab Saudi, Pekerja Indonesia Diduga Disiksa, Tangan Disetrika

Regional
'Kan Sudah Kita Kontrol, Kok Masih Dibilang Solo Zona Hitam?'

"Kan Sudah Kita Kontrol, Kok Masih Dibilang Solo Zona Hitam?"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X