Tanah Bergerak di Nyalindung Sukabumi, Jumlah Rumah Rusak Bertambah

Kompas.com - 26/04/2019, 18:28 WIB
Seorang warga menunjukan tembok yang retak kembali setelah diperbaiki di Kamoung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (26/4/2019) KOMPAS.com/BUDIYANTOSeorang warga menunjukan tembok yang retak kembali setelah diperbaiki di Kamoung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (26/4/2019)

SUKABUMI, KOMPAS.com - Jumlah rumah rusak terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Gunungbatu, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat hingga Jumat (26/2019) terus bertambah.

Rumah rusak terdampak bencana tanah bergerak yang telah berlangsung lebih sepekan ini bertambah sebanyak 14 rusak berat, 57 rusak sedang dan sebanyak 40 rumah terancam.

Selain itu kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum antara lain mushola, MCK umum dan PAUD.

Baca juga: Fenomena Tanah Bergerak, BPBD Imbau Warga Nyalindung, Sukabumi, Tetap Waspada

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan jumlah rumah di Kampung Gunungbatu berjumlah 109 unit yang dihuni 109 kepala keluarga dengan 352 jiwa.

"Sebagai langkah pencegahan kami sudah menyiapakan lokasi pengungsian di tempat yang aman. Kami sudah mendirikan tenda pleton dan tenda familiy serta fasilitas lainnya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman kepada Kompas.com di lokasi bencana, Jumat (26/4/2019) petang.

Menurut dia penyiapan lokasi pengungsian tersebut dilaksanakan sesuai standar operasional dalam upaya penyelamatan jiwa warga terdampak. Jika warga terdampak tidak diungsikan, dikhawatirkan akan jatuh korban jiwa apalagi jika hujan deras turun pada malam hari.

"Hujan deras masih terus mengguyur lokasi. Sebagai upaya pencegahan warga terdampak diungsikan," ujar dia.

Baca juga: Tanah Bergerak di Nyalindung Sukabumi, 115 Rumah Terancam Rusak

Salah seorang warga, Yoyoh (70) mengakui bagian lantai dan dinding rumahnya sudah rusak sekitar sepekan ini. Selain itu ia mengatakan genting  rumahnya mulai berjatuhan dan ia khawatir rumahnya akan ambruk.

"Sekarang mau mengungsi ke tempat pengungsian di dekat kantor desa. Besok pagi pulang lagi ke runah," kata Yoyoh.

Pantauan Kompas.com di lokasi bencana, sejumlah rumah sudah dikosongkan oleh para pemiliknya. Rumah-rumah tersebut dalam kondisi rusak pada dinding, lantai hingga posisinya yang miring.

Selain itu, Jumat sore hujan deras mengguyur lokasi bencana

Retakan tanah yang melintasi rumah, permukiman dan persawahan juga semakin melebar dan dalam. Selain itu, retakan yang melintas ruas jalan provinsi penghubung Kota Sukabumi-Nyalindung-Sagaranten membuat jalan semakin amblas.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X