Viral Video Perolehan Jokowi-Ma'ruf Kelebihan 1000 Suara di TPS Pakis, Ini Penjelasan KPU Magelang

Kompas.com - 26/04/2019, 16:49 WIB
Screenshoot situng perolehan suara paslon calon presiden dan wakil presiden di TPS 4  Desa Rejosari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, pada laman KPU, Jumat (26/4/2019) KOMPAS.com/IKA FITRIANAScreenshoot situng perolehan suara paslon calon presiden dan wakil presiden di TPS 4 Desa Rejosari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, pada laman KPU, Jumat (26/4/2019)

MAGELANG, KOMPAS.com - Belakangan sempat ramai diperbincangkan warganet di media sosial tentang dugaan kesalahan input data jumlah peroleh suara sah untuk pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf di TPS 4 Desa Rejosari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang

Video yang menunjukkan dugaan kesalahan itu salah satunya diunggah oleh akun BC Channel tanggal 24 April 2019. Hingga Jumat (26/4/2019) sore, video itu telah ditonton 2.938 kali.

Video berdurasi sekitar 3.18 menit itu menggambarkan, tabel perolehan suara di TPS tersebut pada laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca juga: Bawaslu Sumsel Kirim Tim Supervisi ke Lubuk Linggau, Selidiki Data C1 Bermasalah

 

Pada tabel itu, Jokowi-Ma'ruf memperoleh suara 1119, padahal pada hasil pindai form C1 menunjukkan perolehan suara paslon tersebut hanya sebanyak 119.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada selisih 1000 suara dari data yang diinput dengan form C1.

Komisioner KPU Kabupaten Magelang, Dwi Endis M, menyatakan, sama sekali tidak ada unsur kesengajaan pada perbedaan data tersebut.

Ia mengakui adanya 'human error' petugas ketika meng-input data. Kesalahan ini telah dilaporkan ke KPU RI dan telah diperbaiki.

"Mengenai salah input data, kami mohon maaf. Sekali lagi bukan faktor kesengajaan. Ternyata begitu kami selidiki, hasil investigasi kami, pengetikannya harusnya seratus sembilan belas (119) tapi oleh petugas kami ngetik (angka) 1 terlalu cepat sehingga terketik 3 kali, jadi muncul 1119," jelas Endis, Jumat (26/4/2019).

Baca juga: Ada Kejanggalan Suara Capres di Lubuk Linggau, Jumlah Pemilih dan Suara Sah Tak Sinkron

Endis mengungkapkan, kesalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi KPU untuk lebih ketat dalam pengawasan (supervisi) terutama pada proses input data agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

Dijelaskannya, metode penghitungan suara yang dilakukan tetap berdasarkan medote manual secara berjenjang dari rekapitulasi di TPS, PPS, PPK, kabupaten, provinsi sampai pusat.

Sementara metode sistem informasi penghitungan suara (situng), dengan scan C1 bertujuan agar masyarakat cepat dan mudah mengakses informasi tersebut.

Baca juga: KPU Parepare Mulai Persiapkan Logistik PSU di 5 TPS

 

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir karena setiap perhitungan suara sampai rekapitulasi suara sudah melibatkan pengawasan dan saksi dari masing-masing peserta Pemilu.

"Kami pun tidak henti-hentinya menyampaikan kepada masyarakat, bahwa sebetulnya KPU mempunyai mekanisme tersendiri, jangan khawatir setiap kali rekapitulasi maupun penghitungan suara, karena sudah melibatkan pengawas dan saksi dari masing-masing peserta pemilu,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.