Sumiyati Kaget Bahan Pengembang Kue yang Dibelinya Berisi Semen

Kompas.com - 26/04/2019, 15:14 WIB
Polisi menunjukkan barangbukti bahan pengembang kue merk Rajawali yang ternyata berisi semen, Jumat (26/4/2019).?Dokumen Polres Jepara Polisi menunjukkan barangbukti bahan pengembang kue merk Rajawali yang ternyata berisi semen, Jumat (26/4/2019).?


JEPARA, KOMPAS.com - Kasus penipuan menimpa Sumiyati (51), seorang pedagang di kios bahan makanan di Pasar Ratu, Jepara, Jawa Tengah.  

Warga Desa Kuwasen, Jepara itu tertipu atas ulah dua orang yang mengaku sales bahan pengembang kue. 

Sumiyati kaget bukan kepalang lantaran bahan pengembang kue yang telah ia beli dari dua oknum itu ternyata berisi semen.

Baca juga: Ini Cara Minimalisir Penipuan Saat Beli Gawai di Media Sosial


Kasat Reskrim Kepolisian Resor Jepara, AKP Mukti Wibowo, menyampaikan, kasus penipuan yang dialami Sumiyati pada Rabu (24/4/2019) itu telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Saat ini, tim Satreskrim Polres masih mendalami kasus yang menggemparkan masyarakat tersebut.

"Awalnya ada seorang pembeli bertanya ke Sumiyati apakah menjual bahan pengembang kue merek Rajawali. Karena tidak punya, pembeli itu pun pergi. Tak lama kemudian, datang dua orang sales yang menawarkan bahan pengembang kue merek Rajawali. Di situlah Sumiyati tertarik dan membelinya," terang Mukti, saat dihubungi Kompas.com, melalui ponsel, Jumat (26/4/2019).

Sumiyati yang terperdaya lantas membeli bahan pengembang kue merek tersebut sebanyak 10 dus dengan harga Rp 3,4 juta. Rinciannya satu dus dibanderol Rp 350.000.

Baca juga: Ditangkap Atas Kasus Penipuan Izin Pelabuhan Benoa, Caleg Gerindra Seret Nama Putra Eks Gubernur Bali

"Selang 30 menit kemudian pembeli membuka bahan pengembang kue tersebut dan ternyata setelah diteliti isinya berupa semen bahan bangunan. Kami masih dalami kasus ini. Barang bukti sudah diamankan," pungkas Mukti.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara, Edi Marwoto meminta masyarakat berhati-hati dalam menyikapi kasus tersebut. 

"Merek Rajawali memang ada di pasaran. Namun, yang dibeli oleh masyarakat itu palsu, karena setelah dicek isinya semen. Sebaiknya dicek dulu dan dibuka isinya sebelum membeli," kata dia.




Close Ads X