Fakta Sejumlah Caleg yang Gagal di Pemilu 2019, Tutup Jalan Desa hingga Kembali Jualan Kopi

Kompas.com - 26/04/2019, 12:56 WIB
Caleg gagal menjalani ritual mandi kembang di Cirebon, Jawa Barat.Twitter Ust. Ujang Bustomi Caleg gagal menjalani ritual mandi kembang di Cirebon, Jawa Barat.

KOMPAS.com - Sejumlah calon legislatif (caleg) diduga mengalami depresi dan harus mendapat perawatan spiritual di Padepokan Maung di Cibodas, Ciamis Jawa Barat.

Selain itu, seorang caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bernama Lukman membongkar rumah pasangan lansia di Kolaka Utara.

Lukman menganggap pasangan bernama Gogo (67) dan Hanna (67) tidak memilih dirinya. Seperti diketahui, Lukman gagal maju menjadi caleg DPRD Kolaka Utara pada Pemilu 2019 lalu.


Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Depresi, 14 caleg jalani pengobatan di padepokan

Ilustrasi depresituaindeed Ilustrasi depresi

Sebanyak 14 calon legislatif (calon legislatif) berkonsultasi dan menjalani pengobatan di Padepokan Maung Bodas, Kampung Cisema, Desa/Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, hingga Kamis siang (25/4/2019).

Caleg yang mengalami depresi karena perolehan suaranya tidak signifikan tersebut berasal dari wilayah Kota Banjar, Ciamis, Kuningan, Cilacap, bahkan Bogor.

"Ada juga yang ngobrol-ngobrol, konsultasi, minta pandangan," kata Pimpinan Padepokan Maung Bodas, Ujang Ano Lodaya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis.

Awalnya, kata dia, padepokannya menangani rehabilitasi ketergantungan narkotika dan rehabilitasi gangguan jiwa. Pasca-pemilu, dibuka pengobatan untuk caleg yang depresi.

Baca Juga: Depresi, 14 Caleg Berobat ke Padepokan Maung Bodas di Ciamis

2. Diduga gagal lolos, caleg di NTT tutup jalan desa

Ilustrasi jalan rusak.Shanghaiist Ilustrasi jalan rusak.

Kapolres Ngada AKBP Andhika Bayu Adhittama mengatakan, seorang calon anggota legislatif (caleg) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur ( NTT) menutup akses jalan ke permukiman penduduk.

Hal itu diduga kuat karena caleg yang bersangkutan gagal lolos di Pemilu 2019 lalu.

Caleg yang tidak disebutkan identitas dan parpol pengusungnya itu, menurunkan tanah, batu, dan pasir di 10 titik jalan menuju Desa Marapokot dan Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa sejak Selasa (23/4/2019) malam.

"Kejadian kemarin, caleg itu menutup jalan permukiman warga. Mungkin enggak banyak yang nyoblos. Belum tahu nama dan asal parpol karena kita belum lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," ungkap Andhika, kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Kamis (25/4/2019) pagi.

Halaman:



Close Ads X