Mengintip Petugas Rutan Apel Lewat Jendela, Jadi Penyebab Kerusuhan di Rutan Pasangkayu

Kompas.com - 26/04/2019, 10:31 WIB
Ratusan narapida bersenjata balok dan kayu mebakar rutan kelas IIB Pasangkayu, Sulawesi barat, Senin, (22/4/2019). KOMPAS.ComRatusan narapida bersenjata balok dan kayu mebakar rutan kelas IIB Pasangkayu, Sulawesi barat, Senin, (22/4/2019).

PASANGKAYU, KOMPAS.COM – Hasil penyelidikan sementara tim Kemenkumham pasca kerusuhan yang berbuntut aksi pembakaran di rutan pasangkayu dan fasilitasnya, Senin (22/4/2019) lalu sekitar pukul 09.30 Wita.

Pemicunya diduga karena petugas sipir tersinggung lantaran diintip para warga binaan, saat pegawai rutan sedang menggelar apel, di halaman rutan pasangkayu, senin pagi.

Tim Kemenkumham yang melakukan penyelidikan pasca kerusuhan di Rutan Kelas 2b Pasangkayu, Sulawesi Barat, menemukan sejumlah indikasi pemicu kerusuhan di rutan pasangkayu.

Baca juga: Ratusan Napi Nekat Bakar Rutan Pasangkayu, Ini Penyebabnya

Kabid Keamanan Kanwil Kemenkumham Sulbar, Sugandi mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pemukulan warga binaan salah satunya karena dipicu ulah para warga binaan yang mengintip petugas saat sedang menggelar apel.

“Hasil penyelidikan sementara ditemukan pemicunya karena warga binaan mengintip petugas yang tengah mengelar apel senin. Saat ditanya terjadilah ketegangan hingga berbuntut penganiayaan,” jelas Sugandi, Kabid Keamanan Kanwil Kemenkumham Sulbar.

Lantaran tersinggung karena aktifitasnya diintip warga binaan, cekcok petugas sipir dengan warga pun terjadi. Ketegangan sempat terjadi saat petugas berdialog dengan warga binaan.

Baca juga: Pasca Kerusuhan Rutan Pasangkayu Mulai Kondusif

Buntutnya, petugas sipir memukul sejumlah warga binaan hingga ketegangan pun terjadi. Tidak terima perlakuan sipir lapas yang dinilai sewenang-wenang membuat aksi solidaritas sesama warga binaan lainnya.

Insiden kerusuhan pun terjadi. Warga binaan lalu mengusir semua petugas meninggalkan rutan. Saat yang sama mereka melakukan pengerusakan dan pembakaran fasilitas rutan.

Baca juga: 4 Sipir Diperiksa Pasca-kerusuhan di Rutan Pasangkayu

Selain melakukan investigasi penyebab terjadinya kerusuhan, pihak Kemenkumham juga terus memeriksa empat orang anggotanya yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan terhadap napi.

Menurut Sugandi, apabila terbukti melakukan penganiayaan. Ke empat sipir tersebut akan dikenakan sanksi berat yang berujung pada pembebasan tugas.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Kebun Teh Kayo Aro Kerinci

Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Kebun Teh Kayo Aro Kerinci

Regional
Cerita Warga Ber-Lebaran lewat 'Video Call', Kadang Kesal lantaran Hilang Sinyal

Cerita Warga Ber-Lebaran lewat "Video Call", Kadang Kesal lantaran Hilang Sinyal

Regional
Kisah Perwira Polda Bengkulu Berjuang Sembuh dari Covid-19, Lari-lari Kecil agar Berkeringat

Kisah Perwira Polda Bengkulu Berjuang Sembuh dari Covid-19, Lari-lari Kecil agar Berkeringat

Regional
Kepada Warga, Pemudik Asal Jakarta yang Telantar 3 Hari di Tasikmalaya Sempat Mencari Neneknya hingga Pasar Cikurubuk

Kepada Warga, Pemudik Asal Jakarta yang Telantar 3 Hari di Tasikmalaya Sempat Mencari Neneknya hingga Pasar Cikurubuk

Regional
Video Ucapan Selamat Idul Fitri Berbahasa Arab Uskup Purwokerto Viral

Video Ucapan Selamat Idul Fitri Berbahasa Arab Uskup Purwokerto Viral

Regional
Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Regional
Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Regional
Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Regional
Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Regional
Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Regional
Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Regional
Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Regional
Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X