Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Kompas.com - 26/04/2019, 08:43 WIB
Kereta Light Rail Transit (LRT) Palembang, yang kini telah beroperasi penuh untuk digunakan sebagai fasilitas umum, Rabu (17/10/2018).KOMPAS.com/ Aji YK Putra Kereta Light Rail Transit (LRT) Palembang, yang kini telah beroperasi penuh untuk digunakan sebagai fasilitas umum, Rabu (17/10/2018).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Belum maksimalnya penggunaan Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan ( Sumsel) sampai saat ini disebabkan karena baru lima rangkaian kereta yang digunakan.

Kepala Balai Teknik Perekretaapian Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Sugianto mencatat, dari kapasitas LRT sebesar 27.000 penumpang per hari, baru 22 persen tingkat keterisian penumpang (okupansi) per hari.

Meski demikian, Sugianto mengaku jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pada 2018 lalu, dimana hanya 18 persen okupansi LRT.


"Setelah kontruksi selesai, akan ada enam trainset kereta yang digunakan, sekarang baru lima," kata Sugianto, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Ia mengatakan, jika enam trainset sudah beroperasi, waktu operasional LRT akan dapat diperpanjang mulai dari pukul  04.00 WIB sampai 22.20 WIB.

Sebab, saat ini operasi LRT baru diberoperasi dari pukul 04.48 WIB sampai 18.59 WIB. 

"Dengan diperpanjangnya waktu ini, potensi peningkatan okupansi semakin besar. Pembatasan waktu sekarang disebabkan, masih menyelesaikan proses pembangunan beberapa hal,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, biaya operasional kereta light rail transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan, digelontorkan pemerintah pusat sebesar Rp 10 miliar dalam sebulan. Sementara, penghasilan dari operasional LRT Palembang, hanya mendapatkan Rp 1 miliar perbulan dengan total penumpang dalam sehari sekitar 5.000.

Dengan pendapatan tersebut, operasional LRT mengalami kerugian sebesar Rp 9 miliar per bulan.

Direktur Jenderal Perkereta Apian Kemenhub Zulfikri mengatakan, pendapatan LRT yang minim dari jumlah pengeluaran dikarenakan masih dalam masa konstruksi. Masa kontruksi ini pun, menurutnya akan berakhir hingga Mei 2019 mendatang.

"Masa kontruksi sampai Mei, sekarang itu dengan penumpang sekitar 5.000, ya dapat segitu (Rp 1 miliar per hari)," kata Zulfikri, ketika kunjungan kerja di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (11/2/2019).

Baca juga: Dalam Sebulan, LRT Palembang Merugi Rp 9 Miliar 




Close Ads X