Bebas dari Hukuman Pancung, TKW Ini Dipenjara 10 Tahun dan Dicambuk 1.000 Kali

Kompas.com - 25/04/2019, 22:02 WIB
Sumartini (jaket biru) setelah sampai di Lombok, NTB dan dibawa ke ruang Kadisnaker NTB, Kamis (25/4/2019). KOMPAS.com/ FTIRI RACHMAWATISumartini (jaket biru) setelah sampai di Lombok, NTB dan dibawa ke ruang Kadisnaker NTB, Kamis (25/4/2019).

MATARAM, KOMPAS.com - Sumartini Binti M Galisung, tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa, berkali kali menyatakan rasa syukur dan bahagianya, setelah menginjakkan kaki di tanah Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (25/2/2019).

"Saya sudah tidak bisa menangis lagi, air mata saya sudah lama kering, saya dihukum 10 tahun dan dicambuk 1.000 kali di Penjara Annisa Al Malaz Riyadh, Arab Saudi. Jadi sekali cambuk 50 kali, dan saya menjalaninya 20 kali," kata Sumartini dengan suara bergetar.

Sumartini dibebaskan dari segala tuduhan yang telah melakukan ilmu sihir pada majikannya. Namun ia harus menjalani hukuman penjara selama 10 tahun atas keputusan pengadilan tingkat pertama Riyadh, Arab Saudi.

Setelah bebas dari penjara pada 23 April lalu, Sumartini dipulangkan oleh KBRI menggunakan pesawat Oman Air WY 849. Tiba di Jakarta Rabu dan sampai di Lombok, Kamis siang.

Baca juga: Dikira Sudah Meninggal, TKW Asal TTS Bawa Pulang Emas dan Uang Ratusan Juta

Bukan hal mudah bagi ibu 2 anak ini bisa bebas dari hukuman pancung. Proses persidangan yang berat dijalaninya dengan tabah. Ia menyatakan banding atas hukuman tersebut hingga akhirnya pengadilan tingkat banding memvonisnya 10 dan hukuman cambuk.

Disetrum majikan

Cerita pahit yang dialami Sumartini diluapkannya di ruang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB H Agus Patria. Mengenakan jaket biru dongker dan sepatu kets, TKW asal Sumbawa ini tampak tenang dan menceritakan dengan lugas segala yang dialaminya selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga di majikannya yang bernama Saad Muhammad Al Dwiyan, sejak Desember 2008 silam.

"Itu kali pertama saya menjadi TKW, meninggalkan kampung halaman dan dua anak saya yang masih kecil. Begitu sampai di Riyadh saya bekerja dengan baik, tetapi hampir 2 tahun saya bekerja masalah terjadi, saya dituduh pakai ilmu sihir oleh majikan saya," ceritanya.

Majikan menuduh Sumartini menggunakan ilmu sihir hingga menyebabkan adik majikannya bernama Abitsam (19) tiba-tiba menghilang dari rumah. Padahal saat itu seluruh ruangan terkunci.

"Majikan saya dan keluarganya melihat aneh dan janggal Abitsam itu bisa keluar rumah yang dalam keadaan terkunci, dan kuncinya dipegang istri majikan. Saya yang kemudian mereka tuduh pakai ilmu sihir, yang menyebabkan adik majikan saya menghilang hingga 9 hari," kata Sumartini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Regional
Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Regional
Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Regional
Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Regional
3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

Regional
Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Regional
Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Regional
Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Regional
Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Regional
Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Regional
Gegara Kata 'Nyawiji', Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Gegara Kata "Nyawiji", Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Regional
Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Regional
Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X