KPUD Kabupaten Bogor Akui Salah Entri karena Petugas Kelelahan

Kompas.com - 25/04/2019, 17:40 WIB
Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni saat mengunjungi gudang logistik KPU di Cibinong Selasa (16/4/2019) Kompas.com/Afdhalul Ikhsan ...Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni saat mengunjungi gudang logistik KPU di Cibinong Selasa (16/4/2019)

KABUPATEN BOGOR,KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor mengakui ada kesalahan entry data di dua kelurahan yang diterbitkan ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU.

Ketua KPUD Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni mengatakan mengetahui kekeliruan entry data TPS 03 Kelurahan Bagoang, Kecamatan Jasinga dan di TPS 09 Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang ke Situng berdasarkan laporan masyarakat dan pemonitoran dari KPUD.

"Iya baru ada dua yaitu di Kelurahan Bagoang sama di Bojong Koneng," katanya kepada Kompas.com di Cibinong, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: Sandiaga: Saya Meyakini bahwa Pemilu Ini Jujur dan Adil


Umi mengakui, jumlah DPT yang sangat banyak di Kabupaten Bogor menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas, sehingga menjadi wajar jika terjadi kekeliruan bukan karena adanya niat kecurangan.

"Dari petugasnya saja yang memang kelelahan sehingga terjadi kekeliruan (human error)," ungkapnya.

"Sudah ribuan yang kita input jadi kalaupun kesalahan di dua TPS tadi, bukan berarti kita menganggap enteng tetapi itukan sepersekian persennya saja dari sekian banyak yang kita input," tambahnya.

Baca juga: Petugas Penyelengara Pemilu yang Meninggal di Banyumas Bertambah Jadi 4 Orang

Sejauh ini kata dia, pihaknya sudah melakukan perbaikan atas kekeliruan entry data ke Situng KPU tersebut.

"Sudah kita lakukan perbaikan dan nanti yang menampilkan servernya di KPU RI mungkin kalau yang belum (berubah) itu belum ter-update," sambungnya.

Umi menegaskan, bahwa pendataan C1 lewat Situng KPU jangan dijadikan acuan sebagai hasil resmi perhitungan manual KPU.

"Situng itu bukan akhir jangan jadikan acuan karena itu hanya wujud tranparansi kami ke masyarakat. Penentuannya nanti pada saat rekapitulasi," tegasnya.

Baca juga: Banyak Sebabkan Nyawa Melayang, Ganjar Minta Sistem Pemilu di-Review

Ia mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu tahapan rekapitulasi hitung manual KPUD Kabupaten Bogor.

"Rekapitulasi berjenjang dari PPK ke KPU, dan sekarang masih ditingkat kecamatan setelah itu baru penentuanya," tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Babakan Madang Edi membenarkan bahwa banyak petugas yang kelelahan usai rapat pleno pemungutan dan penghitungan suara (P2S).

Baca juga: Ditantang Buktikan Kecurangan Pemilu 2019, Ini Respons BPN Prabowo-Sandiaga

Namun, selama masa pleno berlangsung, banyak petugas yang ikut mengawasi sehingga tidak mungkin ada kecurangan selama masa pleno itu.

"Saya pikir iya (kelelahan), dari tingkat TPS ke kecamatan kita lakukan sesuai dengan prosedural termasuk perhitungan suara itu disaksikan oleh pihak saksi dari parpol. Kalau ada kesalahan langsung dikoreksi dibantu oleh saksi dan disaksikan panwas juga," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Regional
Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Regional
Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Regional
Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Regional
4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

Regional
Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Regional
Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Regional
Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Regional
Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Regional
Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Regional
Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X