Kejutan, Perolehan Suara PSI di Surabaya Kalahkan PPP, PAN, Partai Nasdem

Kompas.com - 25/04/2019, 12:21 WIB
Didik Prasetiyono, Direktur SCG Research And ConsultingKOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Didik Prasetiyono, Direktur SCG Research And Consulting

SURABAYA, KOMPAS.com — Untuk pertama kali, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dipastikan akan mengisi kursi legislatif di Kota Surabaya melalui Pemilu 2019.

Partai baru ini bahkan mengalahkan perolehan kursi sejumlah partai besar pemain lama, seperti Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Nasdem.

Data real count TPS yang dihimpun tim SCG Research and Consulting dari kelurahan dan kecamatan di seluruh Kota Surabaya menyebut, PSI berada di urutan ke-7 partai politik yang berhasil meloloskan calegnya ke DPRD Surabaya.

"Data yang di-input sudah 91 persen per 23 April kemarin," kata Didik Prasetiyono, Direktur SCG Research and Consulting, Kamis (25/4/2019).


Baca juga: PSI Klaim Dapat Kursi DPRD DKI, Surabaya, Semarang, hingga Bandung

Secara berurutan kata Didik, PDI-P masih mendominasi perolehan suara dengan angka 28,35 persen, disusul PKB (10,51persen), Gerindra (8,86 persen), PKS (7,93 persen), Demokrat (7,93 persen), dan Golkar (7,92 persen).

"Di posisi ketujuh ada PSI dengan 6,28 persen suara, disusul Nasdem 5,86 persen, PAN 5,33 persen, dan PPP 3,87 persen," ujarnya.

Sementara empat partai papan bawah sementara adalah Perindo (2,9 persen), PBB (1,44 persen), Garuda (0,31 persen), dan PKPI (0,20 persen).

Baca juga: Situng KPU Sementara untuk Pileg di Jakarta, PSI Masuk 4 Besar

Dari hitungan angka tersebut, kata Didik, dari 50 kursi DPRD Surabaya, 47 kursi sudah terisi. Empat belas kursi di antaranya dimiliki PDI-P, PKB 5 kursi, Gerindra 5 kursi, Golkar 5 kursi, PKS 5 kursi, dan Demokrat 4 kursi, kemudian PSI dan Nasdem 3 kursi, serta PAN 2 kursi, PPP 1 kursi.

"PSI masih bersaing lagi dengan PDI-P, PAN, Demokrat, dan Nasdem di tiga dapil untuk memperebutkan tiga kursi," paparnya.

Jika PSI melakukan kejutan di Surabaya, lain halnya dengan Hanura. Partai besutan Wiranto itu justru mengalami defisit suara di Pemilu 2019 dengan hanya meraih 1,31 persen suara.

"Hanura gagal memperoleh kursi di semua dapil. Padahal, pada Pemilu 2014 Hanura mendapatkan tiga kursi di tiga dapil," katanya.



Terkini Lainnya


Close Ads X