Ada Dugaan Manipulasi Jumlah Suara C1, Bawaslu Panggil Komisioner KPU Makassar

Kompas.com - 24/04/2019, 18:57 WIB
Ketua KPU Kota Makassar Farid Wajdi saat diwawancara di kantor Bawaslu Makassar, Rabu (24/4/2019). Kompas.com/HIMAWAN Ketua KPU Kota Makassar Farid Wajdi saat diwawancara di kantor Bawaslu Makassar, Rabu (24/4/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ketua KPU Kota Makassar Farid Wajdi dan Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Makassar Endang Nursari memenuhi panggilan Bawaslu Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (24/4/2019).

Saat ditemui di kantor Bawaslu Makassar, Farid mengakui bahwa kedatangannya untuk memberikan keterangan terkait dugaan manipulasi jumlah suara C1. Sebab jumlah suara di formulir C1 karena berbeda dengan C1 plano. Manipulasi ini berdasarkan temuan Bawaslu.

"Termasuk ini bagian untuk upaya menjaga itu agar ini bisa terkoreksi di tingkat rekapitulasi PPK. Saat ini kan laporan yang masuk ada yang membuka kotak, menghitung kembali surat suara. Koordinasi untuk membahas hal itu," kata Farid saat diwawancara, Rabu (24/4/2019). 

Baca juga: Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Farid mengatakan, pihaknya masih mengkaji perubahan jumlah suara di setiap TPS sambil berkoordinasi dengan Bawaslu Makassar. Ia membantah manipulasi suara C1 itu dilakukan oleh oknum tertentu untuk menggelembukan suara. 

Ia berdalih, hal itu bisa saja disebabkan oleh pihak PPS yang mengalami kelelahan saat bertugas, sehingga hasil suara saat dijumlahkan berbeda.

"Kami berharap ini bagian dari teman-teman yang capek di PPS," imbuhnya. 

Farid menambahkan, data tidak valid yang ditemukan di tingkat TPS itu akan diantisipasi dengan cara membuka kotak suara saat rekapitulasi di tingkat PPK dan menyamakannya dengan jumlah DPT dan DPTb yang terdaftar di setiap TPS. 

"Kalau misalnya ada salah hitung, kami perbaiki pada satu level di atasnya. Kalau memang ada perselisihan, membuka kotak suara akan jadi solusi. Terkait dengan kajian pidana pemilu kami serahkan kepada teman-teman di Bawaslu," katanya.

Baca juga: BPN Sebut Tidak Ada Proses Penghitungan Formulir C1 di Provinsi

Sementara itu, ketua Bawaslu Makassar Nursari mengatakan, ketidaksesuaian antara hasil penghitungan di lapangan dengan C1 plano yang dipegang saksi membuat pihaknya menyarankan KPU untuk melakukan penghitungan ulang.

"Kalau masih tidak sinkron, kami pasti merekomendasi untuk menghitung ulang dan itu sudah kita lakukan di beberapa TPS. Hampir di setiap kecamatan dilakukan itu, karena dengan begitu semuanya jadi klir," kata Nursari saat diwawancara di kantornya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X