KPU dan Polda Papua Belum Terima Laporan Perampasan Logistik Pemilu di Nduga

Kompas.com - 24/04/2019, 18:51 WIB
Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay KOMPAS.com/Dhias SuwandiKetua KPU Papua, Theodorus Kossay

JAYAPURA, KOMPAS.com - KPU Papua, dan Polda Papua, sama-sama menyatakan belum menerima laporan tentang adanya informasi perampasan dan pembakaran logistik oleh KKB di Meborok, Kabupaten Nduga.

Informasi mengenai perampasan tersebut dikeluarkan oleh Bawaslu Papua.

"Saya belum terima laporannya," ujar Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay kepada Kompas.com di Jayapura, Rabu (24/04/2019).

Baca juga: Bawaslu Sebut Ada Perampasan Logistik di Nduga, TNI Membantah

Hal senada juga dilontarkan Kabid Humas Papua, Kombes Pol. AM. Kamal.

"Belum ada laporan yang masuk. Seharunya kalau memang ada segera melapor ke pihak keamanan," katanya.

Sebelumnya, Bawaslu Papua menyebut, ada perampasan logistik pemilu di Kabupaten Nduga, Papua, yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Peristiwa ini terjadi di Distrik Meborok, dan dilaporkan oleh petugas Bawaslu Kabupaten Nduga, kepada Bawalu Provinsi Papua.

"Di Distrik Meborok, Kabupaten Nduga, ada perampasan dan pembakaran logistik pemilu oleh KKB," ujar Anggota Komisioner Bawaslu Papua, Niko Tunjanan di Media Center Bawaslu Papua, Selasa (23/04/2019).

Baca juga: Dua Prajurit TNI Terluka Saat Diserang KKB di Nduga Papua

Ia mengakui, hingga kini belum ada informasi lebih detil mengenai hal tersebut karena kondisi infrastruktur telekomunikasi di sebagian besar wilayah Nduga, belum memadai.

"Kita baru dapat informasi dari teman-teman (Bawaslu) Nduga, bahwa ada perampasan itu. Yang detil kita masih cari informasi" kata Niko.

Sedangkan Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi menyebut, seluruh logistik pemilu di Nduga, sudah dievakuasi ke Jayapura, menggunakan dua unit helikopter carteran pada 20 April 2019.

Ia juga sempat menyatakan bahwa pemilu di Nduga, hanya dilakukan di dua titik, yaitu di Distrik Kenyam dan Batas Batu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayar Utang Rentenir, IRT di Wonogiri Curi dan Gadaikan Sertifikat Tanah Adiknya

Bayar Utang Rentenir, IRT di Wonogiri Curi dan Gadaikan Sertifikat Tanah Adiknya

Regional
Gerakan Sehari Tanpa Nasi di Salatiga, Ganjar: Ya Enggak Apa-apa Boleh Aja

Gerakan Sehari Tanpa Nasi di Salatiga, Ganjar: Ya Enggak Apa-apa Boleh Aja

Regional
Perjuangan Anastasia, Menjual Kayu Api untuk Hidupi Keluarga dan Menyekolahkan Anak

Perjuangan Anastasia, Menjual Kayu Api untuk Hidupi Keluarga dan Menyekolahkan Anak

Regional
Kasus Covid-19 di Ponorogo Capai 208 Orang, Sebagian Besar dari Klaster Pemudik

Kasus Covid-19 di Ponorogo Capai 208 Orang, Sebagian Besar dari Klaster Pemudik

Regional
43.231 Pemilih di Grobogan Tidak Memenuhi Syarat, 14.995 Orang Meninggal Dunia

43.231 Pemilih di Grobogan Tidak Memenuhi Syarat, 14.995 Orang Meninggal Dunia

Regional
Pernah Kontak dengan Bupati Ogan Ilir, 2 ASN Positif Corona

Pernah Kontak dengan Bupati Ogan Ilir, 2 ASN Positif Corona

Regional
Mengenal Kuskus Beruang, Hewan Endemik Sulawesi yang Semakin Langka

Mengenal Kuskus Beruang, Hewan Endemik Sulawesi yang Semakin Langka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Tubuh Ibu Rumah Tangga Diseret Buaya | Kabar Baik Vaksin Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Tubuh Ibu Rumah Tangga Diseret Buaya | Kabar Baik Vaksin Covid-19

Regional
Ajudan Wagub Sumbar Positif Covid-19, Wartawan dan ASN Jalani Tes Swab

Ajudan Wagub Sumbar Positif Covid-19, Wartawan dan ASN Jalani Tes Swab

Regional
Ponpes Sempon Wonogiri Belum Berkenan Terima Tamu dari Luar

Ponpes Sempon Wonogiri Belum Berkenan Terima Tamu dari Luar

Regional
Sebelum Nikahi 2 Wanita dalam Kurun 6 Hari, Sukartayasa Pertemukan Kedua Kekasihnya

Sebelum Nikahi 2 Wanita dalam Kurun 6 Hari, Sukartayasa Pertemukan Kedua Kekasihnya

Regional
Terduga Penyekap dan Penikam Karyawati Farmasi Ditangkap, Ternyata Masih Mahasiswa

Terduga Penyekap dan Penikam Karyawati Farmasi Ditangkap, Ternyata Masih Mahasiswa

Regional
Lewat Karikatur, Relawan Gibran Ajak Semua Elemen Wujudkan Pilkada Solo Damai

Lewat Karikatur, Relawan Gibran Ajak Semua Elemen Wujudkan Pilkada Solo Damai

Regional
Calon Istri Kaget Dapati Pasangannya Bunuh Diri 2 Hari Sebelum Pernikahan

Calon Istri Kaget Dapati Pasangannya Bunuh Diri 2 Hari Sebelum Pernikahan

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Dikeluarkan dari Kampus, Orangtua Pasrah

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Dikeluarkan dari Kampus, Orangtua Pasrah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X