Gadis di Bawah Umur di Makassar 2 Kali Disekap dan Dicabuli

Kompas.com - 24/04/2019, 17:47 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual  Ilustrasi pelecehan seksual

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi mengamankan tiga pelaku pencabulan dan penyekapan AD, gadis berusia 14 tahun di Kota Makassar pada Sabtu (20/4/2019) dini hari lalu.

Tiga pelaku merupakan remaja yang masih berusia belasan tahun yang berinisial FP (19), RF (17), dan RM (19).

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, AD menjadi korban penyekapan di dua waktu yang berbeda. Kejadian pertama tanggal 14 Februari 2019 silam.

Baca juga: Jumlah Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Muara Enim Bertambah Jadi 7 Orang

 

Ketika itu, AD yang baru pulang dari rumah neneknya diajak oleh RM dan langsung dipaksa menuju ke rumah pelaku yang ada di Jalan Palantikang, Gowa.

"Pelaku langsung menaiki motor korban dan korban dipaksa dan ditarik untuk naik ke motor itu kemudian dibawa ke rumah pelaku," kata Indratmoko kepada Kompas.com, Rabu (24/4/2019).

Saat berada di rumah pelaku, AD diberikan obat PCC dan Tramadol untuk dikonsumsi.

Selain itu, RM juga mengancam akan memukul AD dan tidak mengantarnya pulang bila tidak mau melayani nafsu bejatnya.

RM mengatakan, ia akan bertanggung jawab ketika ia hendak mencabuli korban. Namun setelah itu, AD malah disekap selama lima hari oleh RM.

"Pada hari kelima penyekapan korban ditemukan bapaknya sendiri sementara pelaku melarikan diri pada waktu itu," kata Indratmoko.

Baca juga: Korban Pencabulan Bermodus Pengobatan oleh Ayah Tiri Sempat Depresi

Nasib naas yang dialami oleh AD tak berhenti sampai disini. Pada bulan April, ia kembali menjadi korban penyekapan dan pencabulan oleh dua orang lelaki, FP dan RF. Kedua lelaki ini masih teman dari RM. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Surati Ganjar, Pemkab Blora Bantu Bocah Disabilitas untuk Bersekolah dan Sembuh

Setelah Surati Ganjar, Pemkab Blora Bantu Bocah Disabilitas untuk Bersekolah dan Sembuh

Regional
Kadisdik Kabupaten Banjar Kalsel Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19

Kadisdik Kabupaten Banjar Kalsel Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19

Regional
Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Jerinx SID

Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Jerinx SID

Regional
Gedung Telkom Pekanbaru Kebakaran Sebabkan Telkomsel Lumpuh, Polisi Selidiki Kabel yang Terbakar

Gedung Telkom Pekanbaru Kebakaran Sebabkan Telkomsel Lumpuh, Polisi Selidiki Kabel yang Terbakar

Regional
Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Regional
13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Regional
BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

Regional
Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Regional
Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Regional
Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Regional
Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Regional
Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Regional
Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan, Pasien di Samarinda Ternyata Positif Covid-19

Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan, Pasien di Samarinda Ternyata Positif Covid-19

Regional
Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X