Dedi Mulyadi Siap Jadi Bapak Angkat untuk Anak-anak Panitia Pemilu yang Gugur

Kompas.com - 24/04/2019, 16:24 WIB
Dedi Mulyadi saat berbincang-bincang dengan Ai, istri Carman, anggota KPPS yang meninggal di Desa Gardu, Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Rabu (24/4/2019).handout Dedi Mulyadi saat berbincang-bincang dengan Ai, istri Carman, anggota KPPS yang meninggal di Desa Gardu, Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Rabu (24/4/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, ia akan mengangkat anak-anak petugas penyelenggara pemilu yang meninggal saat bertugas sebagai anak asuh.

Hal itu disampaikan Dedi melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Rabu (24/4/2019).

Dedi mengatakan, ia sudah melayat ke rumah sejumlah petugas penyelenggara pemilu yang meninggal. Salah satunya ke rumah keluarga Deden Damanhuri, ketua KPPS di Kampung Sukalaksana, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Rabu.

Deden meninggal seusai menjalankan tugasnya menyelenggarakan pemilu pada Rabu 17 April 2019 lalu.


Dalam kunjungannya, Dedi diterima Popon Komariah (40), istri almarhum Deden Damanhuri. Popon menyambut Dedi bersama tiga orang putrinya. 

Baca juga: Dua Hari Tak Tidur, Anggota KPPS di Dompu Meninggal karena Kelelahan

Dalam kesempatan tersebut, Popon menceritakan, saat pelaksaaan pencoblosan, suaminya mengalami pusing dan mual setelah bekerja dua hari membuat tempat pemungutan suara (TPS). Deden kemudian dibawa ke klinik, lalu meninggal.

Deden merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga. Kini, Popon harus memutar otak demi menghidupi ketiga anaknya.

"Anak-anak masih sekolah. Anak pertama kelas 12, yang kedua kelas 9 SLTP, dan yang bungsu umurnya baru 5 tahun," kata Popon kepada Dedi.

Selain ke rumah Deden, Dedi juga mengunjungi keluarga Carman, anggota KPPS di salah satu TPS di Desa Gardu, Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta.

Dedi mengatakan siap menanggung semua biaya hidup dan pendidikan anak-anak Deden dan Carman.

"Mulai sekarang mereka bertiga menjadi anak asuh saya karena saya tidak tega mereka menjadi janda dan yatim. Untuk biaya hidup dan biaya pendidikan sampai dengan lulus saya yang tanggung, bila perlu sampai dengan perguruan tinggi," ujar Dedi. 

Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Barat untuk Jokowi-Ma'ruf ini menjelaskan, kunjungan ke dua orang anggota KPPS yang meninggal dunia merupakan bentuk keprihatinan dan tanggung jawab dari partai politik peserta pemilu terhadap para petugas yang telah gugur saat menjalankan tugas pada gelaran Pemilu serentak ini.

"Mudah-mudahan kedatangan kami bisa membantu meringankan beban yang dialami oleh keluarga almarhum," tuturnya.

Selain itu, Dedi mengatakan, ia juga akan memberikan perhatian khusus pada 28 petugas yang meninggal saat pemilu di seluruh wilayah Jawa Barat.

"Seperti di Tasik, Cianjur, Cirebon, Subang dan lainnya itu merupakan prioritas kami, terutama kita akan bantu menanggung biaya pendidikan anak-anak almarhum," tandasnya.

Baca juga: Petugas KPPS di Bekasi yang Meninggal Bertambah Jadi 4 Orang

Untuk menghindari jatuhnya korban, Dedi meminta sebelum pelaksanaan pemilu, petugas KPPS harus diperiksa kesehatannya, bila perlu diasuransikan.

"Kalau bisa lakukan pemeriksaan kesehatannya dahulu, bahkan dijamin asuransinya," tandasnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X