Mahfud MD: Pancasila Dasar Ideologi yang Tepat untuk Indonesia

Kompas.com - 24/04/2019, 14:47 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (kanan) memberikan pandangannya bersama perwakilan generasi millenial Arie Kriting (kiri) dan Inaya Wahid (tengah) pada Bincang Millenial bersama Mahfud MD, di Jakarta, Senin (15/4/2019). Dalam acara tersebut Mahfud MD mengajak para generasi millenial menggunakan hak pilihnya pada Pemilu yang diselenggarakan 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.MUHAMMAD ADIMAJA Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (kanan) memberikan pandangannya bersama perwakilan generasi millenial Arie Kriting (kiri) dan Inaya Wahid (tengah) pada Bincang Millenial bersama Mahfud MD, di Jakarta, Senin (15/4/2019). Dalam acara tersebut Mahfud MD mengajak para generasi millenial menggunakan hak pilihnya pada Pemilu yang diselenggarakan 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.


BANDUNG, KOMPAS.com — Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan ldeologi Pancasila Mohammad Mahfud MD mengisi kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (24/4/2019).

Dalam kuliahnya, Mahfud mengatakan, ideologi Pancasila yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah tidak bisa diganggu gugat.

“Wawasan kebangsaan kita sudah selesai. Kita hari ini sudah merumuskan bahwa Pancasila adalah dasar ideologi yang tepat dan cocok untuk Indonesia,” kata Mahfud, Rabu siang.

Baca juga: Jokowi: Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 Harga Mati

Pancasila, kata Mahfud, sejak dahulu sudah sering diuji kebenarannya. Salah satunya adalah lewat pemberontakan.

“Dulu yang menolak itu DI TII dan Permesta. Tapi, Pancasila selalu menang dalam ujian. Rakyat ingin negara tidak beralih ideologi,” ujar dia.

Tidak hanya lewat pemberontakan, pada 1998 dan 1999 sempat ada upaya mengganti Pancasila dengan ideologi khilafah lewat jalur pemilu yang pada saat itu diikuti oleh 48 partai politik.

“Tahun 98 Pak Harto (Soeharto) jatuh dan ada usulan Pancasila diganti. Dari 48 partai yang ikut Pemilu 1999, yang menghendaki Pancasila diganti hanya 13 persen, sisanya masih ingin Pancasila. Tapi, dari 13 persen ada yang hanya menunggangi sehingga yang ingin Indonesia menjadi negara Islam enggak sampai 9 persen,” ucap dia.

Baca juga: Menhan Minta Para Ulama Berpegang Teguh Pada Pancasila

Saat ini, lanjut Mahfud, masih ada sebagian rakyat Indonesia yang ingin mengubah ideologi Pancasila agar Indonesia menjadi negara Islam.

Mahfud menilai, wajar ada keinginan sebagian rakyat Indonesia untuk mengubah Indonesia menjadi negara Islam.

Meski demikian, Mahfud optimistis Pancasila tidak akan bisa diganti oleh ideologi apa pun.

“Lewat pemberontak kalah, lewat jalur pemilu kalah, lalu mau dengan cara apa lagi untuk mengganti Pancasila,” ujar dia.



Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X