KILAS DAERAH

Wafat Ketika Tugas, Pemprov Jabar Santuni 49 Keluarga Petugas Pemilu Rp 50 Juta

Kompas.com - 24/04/2019, 13:47 WIB
Gubernur Jawa Barat didampingi istri Atalia Praratya, Sekretaris Daerah Iwa Karniwa, dan Ibu Wakil Gubernur Jabar Lina Marlina Ruzhanul Ulum, menyerahkan langsung santunan tersebut di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/4/2019). Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa BaratGubernur Jawa Barat didampingi istri Atalia Praratya, Sekretaris Daerah Iwa Karniwa, dan Ibu Wakil Gubernur Jabar Lina Marlina Ruzhanul Ulum, menyerahkan langsung santunan tersebut di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/4/2019).

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyerahkan santunan sebesar Rp50 juta kepada masing-masing keluarga dan ahli waris petugas penyelenggara pemilu yang wafat saat tugas di Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019 di Jawa Barat.

Santunan itu merupakan bentuk duka mendalam dan penghargaan setinggi-tingginya dari Pemerintah Provinsi Jabar dan masyarakat kepada mereka, para pahlawan demokrasi dan pahlawan Jabar yang telah berjuang membela cita-cita Indonesia.

"Hari ini kami ingin memberikan penghargaan setingginya pada warga terbaik Jabar yang berjuang membela cita-cita Indonesia. Kami sangat bersedih dan menyampaikan rasa duka dari lubuk hati terdalam," ucap Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, seperti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/4/2019).

Kang Emil sendiri menyerangkan santunan tersebut didampingi istri Atalia Praratya, Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa, dan Ibu Wakil Gubernur Lina Marlina Ruzhanul Ulum, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/4/19).

Perlu diketahui, terhitung dari tanggal 10 April 2019 hingga saat ini, petugas pemilu di Jabar yang wafat berjumlah 49 orang. Rincainya teridiri dari 34 orang petugas KPPS, PPK, PPS dan KPU, 10 orang Panwas, dua orang linmas, serta tiga petugas pengamanan dari kepolisian.

Para petugas penyelenggara pemilu yang wafat ini tersebar di sejumlah daerah di Jabar. Mereka wafat saat mendedikasikan waktunya untuk mengawal proses pemilu.

"Intinya mereka adalah individu yang mendedikasikan waktunya untuk mengawal proses pemilu. Rata-rata meninggal dunia karena kelelahan, kecelakaan, penyakit dan faktor usia," kata Emil, sambil tak kuasa menahan air matanya. 

Fasilitas pemeriksaan kesehatan

Saat ini proses penghitungan suara pemilu secara manual masih berlangsung hingga tanggal 22 Mei 2019. Kang Emil pun tak ingin peristiwa serupa yang menimpa petugas pemilu terjadi lagi di Jawa Barat. 

Untuk itu, Gubernur telah memerintahkan sekretaris daerah untuk membuat surat edaran gubernur kepada 27 bupati dan wali kota se-Jabar.

Dalam surat edaran itu, para kepala daerah tingkat dua diharuskan memberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan kepada petugas pemilu.

"Sudah saya perintahkan kepada Pak Sekda untuk segera membuat surat edaran gubernur kepada 27 bupati dan wali kota se-Jabar untuk memfasilitasi pemeriksaan kesehatan besok," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X