Pria Diduga Stres Ngamuk Bacok Satu Keluarga, Dua Tewas

Kompas.com - 24/04/2019, 11:39 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan


WAJO, KOMPAS.com - Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mengamuk dan membacok satu keluarga. Pelaku berhasil dibekuk aparat kepolisian setelah bersembunyi di hutan.

"Benar, telah terjadi penganiayaan berat yang mengakibatkan dua korban meninggal dunia dan pelaku telah berhasil kami amankan, di mana informasi yang kami dapatkan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa. Saat ini, pelaku masih menjalani proses pemeriksaan kesehatan jiwa," kata Kapolres Wajo AKBP Asep Marsel, saat dikonfirmasi, Rabu (24/4/2019).

Peristiwa ini diketahui terjadi pada Senin (22/4/2019) pukul 16.00 Wita, di Dusun Mario, Desa Abbandaerange, Kecamatan Pitumpanua.

Baca juga: Hanya karena Nasi, Pasutri di Mempawah Saling Bacok

 

Saat itu pelaku, AL (26) yang tengah menenteng golok bertemu dengan korban Sudirman Wahi Pajo (74), tepat di depan rumah korban.

Pelaku langsung membacok korban pada sejumlah bagian tubuh, hingga tewas di lokasi kejadian.

Istri korban, Nawia Baco Lolo (72), yang saat itu berada di rumah panggung dan menyaksikan peristiwa dan langsung berteriak histeris.

Mendengar teriakan tersebut, AL bukannya kabur malah naik ke atas rumah panggung dan membacok Nawia di sejumlah bagian tubuh. Korban tersungkur.

Saat itu, cucu korban, Andini Sudirman (17), tiba dengan mengendarai sepeda motor. Pelaku langsung turun dari tangga dan mencegat Andini yang saat masih di atas sepeda motor.

Andini juga dibacok pelaku. Beruntung Andini berhasil kabur dan meminta pertolongan kepada orangtuanya, Sudirman (40) yang langsung berlari ke rumah korban.

Ketiga korban dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Siwa. Nawia meninggal dunia pada pukul 18.30 Wita, sementara Andini di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng Sengkang, untuk mendapat perawatan medis.

Baca juga: Istri Selingkuh dengan Pria Lain, Nasir Bacok Keduanya hingga Tewas

"Saya datang naik motor, dia (pelaku) langsung cegat dan parangi saya, untung saya bisa lari panggil bapak," kata Andini.

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah informasi dari saksi.

Pelaku ditangkap saat berada di hutan Dusun Tanah Cella, Desa Awo, Kecamatan Pitumpanua, Selasa (23/4/2019). AL kemudian dievakuasi ke Mapolres Waji guna menghindari amukan warga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Regional
'Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes'

"Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes"

Regional
Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Regional
Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Regional
Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Regional
Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

Regional
Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Regional
Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X