Bawaslu Kota Tasik Bentuk Tim Investigasi Ungkap Dugaan Politik Uang "Paketan"

Kompas.com - 24/04/2019, 10:32 WIB
Puluhan warga mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, untuk meminta politik uang paketan DPR RI dan DPRD Jabar dari salah seorang pengusaha untuk ditindaklanjuti, Senin (22/4/2019). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAPuluhan warga mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, untuk meminta politik uang paketan DPR RI dan DPRD Jabar dari salah seorang pengusaha untuk ditindaklanjuti, Senin (22/4/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tasikmalaya, membentuk tim investigasi hingga ke tingkat kelurahan untuk menjaring laporan dan bukti dugaan merebaknya politik uang "paketan" secara masif.

Pembentukan tim investigasi menyusul pelaporan puluhan warga di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, terkait dugaan kasus politik uang paketan untuk mencoblos salah satu calon anggota DPR dan DPRD Jabar.

"Dalam merespon informasi dari media terkait politik uang paketan untuk mempengaruhi pemilih untuk memilih caleg DPRD provinsi, caleg DPR RI dan capres cawapres tertentu, kami sudah membentuk tim investigasi yang melibatkan seluruh jajaran pengawas sampai level kelurahan. investigasi ini untuk mencari bukti permulaan yang cukup dan mencari saksi penerima paket politik uang ini," jelas Komisoner Bawaslu Kota Tasikmalaya, Rino Sundawaputra, di kantornya Rabu (24/4/2019).

Baca juga: Warga Tasikmalaya Laporkan Dugaan Politik Uang Paketan Caleg Gerindra ke Bawasalu

Menurut Rino, pihaknya sampai sekarang masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti dan saksi terkait kasus ini. Tanpa bukti permulaan yang cukup dan kemauan saksi penerima untuk memberikan kesaksiannya, Bawaslu akan kesulitan dalam mengungkap petistiwa ini.

"Kita kerahkan semua anggota sampai tingkat bawah," tambahnya.

Selain itu, pihaknya pun masih terus menunggu pihak-pihak yang akan melaporkan ke Bawaslu terkait dugaan fenomena politik uang. Laporan masyarakat yang membawa bukti dan saksi politik uang paketan akan langsung diproses sesuai aturan yang telah ditetapkan.

"Bagi siapa saja masyarakat Kota Tasikmalaya yang memiliki informasi terkait politik uang paketan ini sesegera mungkin memberikan informasinya kepada kami," ujarnya.

Masyarakat bentuk posko pengaduan

Setelah sebelumnya, PMII STISIP Tasikmalaya yang membentuk posko pengaduan dan perlindungan saksi politik uang paketan, kini kelompok masyarakat menamakan dirinya Koalisi Masyarakat Pemilih Cerdas membuka posko pengaduan politik uang di Kota Tasikmalaya.

"Ini bentuk ketidakpercayaan kami terhadap Bawaslu. Ada kesan tutup mata soal caleg bagi-bagi amplop. Jika sungkan, biar kami membongkar kebobrokan para oknum politisi busuk ini," kata Ketua koalis, Asep Rizal.

Baca juga: Klaim Real Count Prabowo-Sandiaga, Begini Cara Kerja BPN di Daerah

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencarian 5 Korban Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Diperluas

Pencarian 5 Korban Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Diperluas

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kepala Sekolah Lecehkan Guru TK di Ruangannya, Korban Berhasil Melarikan Diri

Kronologi Terbongkarnya Kepala Sekolah Lecehkan Guru TK di Ruangannya, Korban Berhasil Melarikan Diri

Regional
4 ASN Positif Covid-19, Kantor Sekretariat Pemkab Blitar Tutup

4 ASN Positif Covid-19, Kantor Sekretariat Pemkab Blitar Tutup

Regional
KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

Regional
Rapid Test Reaktif, Ibu yang Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis Mengaku Kecewa karena Bayinya Meninggal

Rapid Test Reaktif, Ibu yang Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis Mengaku Kecewa karena Bayinya Meninggal

Regional
Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Regional
Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Regional
1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

Regional
Pasien Covid-19 yang Meninggal di Banyumas Bertambah, Satu Kampung di-Lockdown

Pasien Covid-19 yang Meninggal di Banyumas Bertambah, Satu Kampung di-Lockdown

Regional
INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

Regional
Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

Regional
Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

Regional
Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat berkat Layar Terpal

Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat berkat Layar Terpal

Regional
Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

Regional
Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X