Ajak Pemilu Damai, Forpimda Magelang Deklarasi Sepakat Tunggu Keputusan KPU

Kompas.com - 24/04/2019, 09:04 WIB
Wakil Bupati Magelang Edy Cahyana bersama Forpimda Magelang menandatangani Deklarasi Sepakat Menunggu dan Menghormati Keputusan KPU RI terkait hasil pemungutan suara Pemilu 17 April 2019 di rumah Dinas Bupati Magelang, Senin (23/4/2019) sore. KOMPAS.com/IKA FITRIANA Wakil Bupati Magelang Edy Cahyana bersama Forpimda Magelang menandatangani Deklarasi Sepakat Menunggu dan Menghormati Keputusan KPU RI terkait hasil pemungutan suara Pemilu 17 April 2019 di rumah Dinas Bupati Magelang, Senin (23/4/2019) sore.


MAGELANG, KOMPAS.com - Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar " Deklarasi Sepakat Menunggu dan Menghormati Keputusan KPU RI" terkait hasil pemungutan suara Pemilu 17 April 2019.

Deklarasi yang diinisiasi Polres Magelang tersebut digelar di Rumah Dinas Bupati Magelang, Selasa (23/4/2019) sore.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, deklarasi ini merupakan upaya menyikapi bersama beberapa respons dan kejadian di berbagai daerah di Indonesia, meski proses masih berjalan.

Baca juga: Pimpinan Parpol di Mataram Deklarasi Jaga Keamanan Pasca-Pemilu 2019

"Kami bersama Dandim masih mengamankan proses di KPU. Kami harus menyikapi dengan gembira, sukses tanpa ekses dari puncak Pemilu, meski beberapa insiden kecelakaan karena totalitas rekan KPPS hingga menjadi pahlawan demokrasi," kata Yudianto.

Menurut Kapolres, dari pemantauan selama proses pemungutan suara hingga perhitungan wilayah Kabupaten Magelang relatif aman. Tidak ada catatan gejolak maupun bentuk protes dalam proses perhitungan di TPS.

"Semua berjalan lancar, terbuka, jujur disaksikan saksi setiap paslon. Mari kita hargai, kita jaga, kita sikapi pengorbanan totalitas rekan-rekan KPU, KPPS dengan tidak terpengaruh oleh situasi yang berkembang di daerah lain," harap dia.

Wakil Bupati Magelang, Edy Cahyana mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua elemen masyarakat untuk proses pesta demokrasi 17 April kemarin berjalan aman dan nyaman.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat, kepada partai politik, yang bisa meredam massanya untuk tetap bersabar menunggu hasil perhitungan KPU," kata Edy.

Dalam kesempatan itu, Edy juga menyampaikan duka cita mendalam untuk para anggota KPPS maupun Panwas dan Polri di berbagai daerah di Indonesia yang gugur serta sakit dalam menjalankan tugasnya.

Baca juga: Capres dan Tim Kampanye Diminta Hentikan Deklarasi Kemenangan Pemilu

"Mari kita berempati atas perjuangan dan nyawa mereka yang gugur dalam menjalankan tugas dalam dinamika perhitungan suara di TPS," ujar dia.

Hadir dalam Deklrasi itu perwakilan pengurus FKUB, KPU, Bawaslu, pengurus Parpol, para Tim Sukses Paslon, dan Forpimda Kabupaten Magelang. Mereka melakukan kesepakatan menjaga demokrasi kondusif dengan menandatangai kesepakatan bersama.

Hingga saat ini, KPU Kabupaten Magelang mencatat sebanyak 38 orang sakit, dan satu orang KPPS di Kecamatan Tempuran meninggal dunia dalam proses perhitungan suara Pemilu 2019.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Regional
Bertambah 62 Kasus Covid-19 di Banyumas, Klaster Ponpes Penyumbang Terbanyak

Bertambah 62 Kasus Covid-19 di Banyumas, Klaster Ponpes Penyumbang Terbanyak

Regional
Cerita Bupati Maluku Tenggara Tentang Warganya yang Gemar Berkebun Selama Pandemi

Cerita Bupati Maluku Tenggara Tentang Warganya yang Gemar Berkebun Selama Pandemi

Regional
Ridwan Kamil Teken Pinjaman Daerah Rp 1,8 Triliun dari PT SMI, Buat Apa?

Ridwan Kamil Teken Pinjaman Daerah Rp 1,8 Triliun dari PT SMI, Buat Apa?

Regional
Gelapkan Dana Bank BUMN Rp 40,5 Miliar, Dua Tersangka Langsung Ditahan

Gelapkan Dana Bank BUMN Rp 40,5 Miliar, Dua Tersangka Langsung Ditahan

Regional
15 Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19, Isolasi Mandiri di Hotel

15 Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19, Isolasi Mandiri di Hotel

Regional
Kades Ini Diduga Pamer Alat Kelamin ke lstri Orang Lewat Facebook

Kades Ini Diduga Pamer Alat Kelamin ke lstri Orang Lewat Facebook

Regional
Satu Dosen Universitas Jambi Positif Covid-19, Kampus Diliburkan 3 Hari

Satu Dosen Universitas Jambi Positif Covid-19, Kampus Diliburkan 3 Hari

Regional
Usai Pengambilan Nomor Urut, Ngebas Maksimalkan Kampanye Daring

Usai Pengambilan Nomor Urut, Ngebas Maksimalkan Kampanye Daring

Regional
20 Demonstran Diamankan Polisi Saat Unjuk Rasa Hari Tani di Gedung DPRD Sulsel

20 Demonstran Diamankan Polisi Saat Unjuk Rasa Hari Tani di Gedung DPRD Sulsel

Regional
Ini Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Sulut 2020

Ini Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Sulut 2020

Regional
'Ada yang Teriak Polisi Melindungi Penjual Miras, Spontan Warga Melempar'

"Ada yang Teriak Polisi Melindungi Penjual Miras, Spontan Warga Melempar"

Regional
KPU Tasikmalaya: Paslon Pilkada Diminta Kampanye Secara 'Online', atau Kena Sanksi

KPU Tasikmalaya: Paslon Pilkada Diminta Kampanye Secara "Online", atau Kena Sanksi

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Semarang Bakal Dihukum Menyapu Kuburan

Pelanggar Protokol Kesehatan di Semarang Bakal Dihukum Menyapu Kuburan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X