BPN Banten Mengaku Gelar "Real Count" di Tiga Tempat Ini

Kompas.com - 24/04/2019, 08:00 WIB
Ilustrasi pemilu. ShutterstockIlustrasi pemilu.

SERANG, KOMPAS.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Provinsi Banten menggelar real count Pilpres 2019 di tiga tempat sekaligus. Real count dilakukan untuk mengawal suara Prabowo - Sandiaga dari daerah.

Wakil Ketua DPD Gerindra Banten, Ali Mustofa menyebut, tiga tempat dilakukannya real count antara lain di Pandeglang (Banten I), Serang (Banten II), dan Tangerang (Banten III).

"Khusus di Banten II real count kita 02 menang 70,74 persen dengan data masuk sudah sekitar 60 persen," kata Ali saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (23/4/2019) malam.

Baca juga: BPN Sumbar Akui Lakukan Real Count, Tapi Data Belum Dikirim ke Pusat


Sementara di dua tempat lain, menurut Ali, hasilnya juga tidak jauh berbeda, jika ditotal, yakni kemenangan untuk 02. Dengan data masuk sudah di atas 50 persen.

Ali juga mengatakan, BPN Banten punya sistem sendiri dalam melakukan real count. Data yang digunakan untuk real count berasal dari formulir C1 yang dikumpulkan oleh saksi di TPS.

"Kami kerahkan saksi di tiap TPS, mereka wajib mendapatkan C1 sebagai bukti suara otentik, untuk kemudian diserahkan ke pusat pengumpulan data di DPD Gerindra, data yang terkumpul kemudian diinput ke sistem yang sudah kami buat," ujar dia.

Baca juga: Unggul di Real Count Sementara KPU, TKN Tetap Pantau C1

Ali berharap, pengumpulan data bisa selesai pada pekan ini sehingga hasilnya langsung dikirimkan ke BPN Pusat di Jakarta.

"Hasil semua sumber database dikirim ke BPN Pusat," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X