BPN Sumbar Akui Lakukan "Real Count", Tapi Data Belum Dikirim ke Pusat

Kompas.com - 23/04/2019, 23:20 WIB
Ilustrasi pemilu.Shutterstock Ilustrasi pemilu.

PADANG, KOMPAS.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Sumatera Barat mengatakan, pihaknya sedang melakukan real count Pemilu 2019.

Untuk sementara ini, pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi meraih suara 86,29 persen dari 65 persen data yang masuk.

"Dari 3,7 juta pemilih di Sumbar, 65 persen datanya sudah masuk ke tim real count BPP Sumbar," kata Sekretaris BPP Prabowo-Sandi Sumbar, Nasfrizal Carlo yang dihubungi Kompas.com, Selasa (23/4/2019).

Nasfrizal menyebutkan, sistem pengumpulan data real count yang dilakukannya adalah dengan mengumpulkan C1 yang dikirim saksi dan relawan di masing-masing TPS di Sumbar.


Baca juga: Ketua BPN Sumsel Sebut Formulir C1 Sudah Dikirim ke Pusat

Pengumpulan datanya melalui dua mekanisme, yaitu langsung ke Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan berjenjang dari Badan Pemenangan kabupaten/kota ke BPP, dan selanjutnya ke BPN.

"Akurasinya akan sangat tinggi karena kita menggunakan dua mekanisme, yaitu langsung ke BPN dan yang kedua berjenjang dari BPK ke BPP dan kemudian secara keseluruhan ke BPN," kata Nasfrizal.

Nasfrizal mengatakan hingga saat ini tim real count di tingkat kabupaten dan kota sedang bekerja keras untuk menyelesaikan tugasnya melakukan rekap penghitungan suara internal.

"Tim masih bekerja keras, masih ada 35 persen yang belum masuk. Jika semuanya sudah masuk, maka datanya akan kita kirimkan ke BPN," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Andre Rosiade menyebutkan bahwa pihaknya memusatkan kegiatan real count di DPP Partai Gerindra di Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca juga: BPN Jabar: Formulir C1 di Jawa Barat Belum Bisa Dikirim ke Pusat

Namun setelah dicek Kompas.com ke lokasi, kegiatan real count ternyata tidak ada.

Saat dikonfirmasi, Andre mengatakan bahwa real count dilakukan di sebuah tempat rahasia. Hal itu dilakukan demi menjaga dokumen penting seperti C1.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X