Ditantang Berkelahi, Bapak dan Anak Bunuh Seorang Petani

Kompas.com - 23/04/2019, 18:06 WIB
Torik (20) salah satu pelaku pembunuhan Maar (19) ketika berada di Polres Musirawas, Sumatera Selatan. Pelaku membunuh korban lantaran kesal ditantang berkelahi. HANDOUTTorik (20) salah satu pelaku pembunuhan Maar (19) ketika berada di Polres Musirawas, Sumatera Selatan. Pelaku membunuh korban lantaran kesal ditantang berkelahi.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Maar (19), seorang petani di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, tewas di tangan Jahiron (45) dan Torik (20) setelah mengalami luka tusuk dibagian punggung.

Usai membunuh Maar, kedua pelaku yang merupakan ayah dan anak itu pun akhirnya menyerahkan diri ke kantor kepolisian setempat, Selasa (23/4/2019).

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro mengatakan, kejadian itu bermula ketika pelaku Torik, mendadak ditantang oleh korban tanpa alasan yang jelas saat bertemu di Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir, Musi Rawas Utara (Muratara).

Pelaku pun akhirnya menghindar agar perkelahian itu tak terjadi.

Baca juga: Lupa Pasang Rem Tangan, Ibu dan Anak di Palembang Tewas Terlindas Mobil Sendiri

Namun, korban terus menantang Torik. Ia pun pulang ke rumah yang berada di Desa Biaro Baru, Kecamatan Karang Dapo, Muratara, dan memberitahukan tantangan itu kepada ayahnya Jahiran.

Kedua pelaku pun datang ke rumah korban untuk menemui orangtuanya agar permasalahan itu selesai.

Namun, saat itu orangtua Maar pun pasrah, dan mempersilakan kedua pelaku membunuh anaknya tersebut karena sudah tidak sanggup lagi mengurusnya.

"Di saat perjalanan pulang dari rumah korban, kedua pelaku akhirnya bertemu Maar. Di sanalah korban langsung ditusuk di bagian punggung," kata Suhendro saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa.

Baca juga: Pedagang Jangkrik di Palembang Tertangkap Tangan Jual 8 Ekor Kukang

Suhendro menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku membunuh korban lantaran tak terima karena sudah ditantang. Terlebih lagi orangtua Maar tak mempermasalahkan tindakan mereka.

"Atas dasar itu, kedua pelaku langsung membunuhnya. Pisau itu sudah disiapkan oleh tersangka Torik dari rumah. Barang bukti pisau sudah kita amankan. Keduanya menyerahkan diri usai beraksi," ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 338 KUHP dan 170 KUHP tentang pembunuhan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Regional
Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Regional
Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Regional
Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Regional
Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Regional
Video Viral Warga Desa 'Usir' Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Video Viral Warga Desa "Usir" Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Regional
Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Regional
Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Regional
Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Regional
Fakta Mobil Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Diduga Mabuk, Satu Balita dan Neneknya Tewas di Lokasi

Fakta Mobil Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Diduga Mabuk, Satu Balita dan Neneknya Tewas di Lokasi

Regional
Disdukcapil Karawang: Pendatang Ajukan Surat Pindah Akan Ditolak Selama PSBB

Disdukcapil Karawang: Pendatang Ajukan Surat Pindah Akan Ditolak Selama PSBB

Regional
Tempat Wisata dan Makam Ditutup Jelang Perayaan Lebaran Topat di Mataram

Tempat Wisata dan Makam Ditutup Jelang Perayaan Lebaran Topat di Mataram

Regional
Klaster Pasar Raya Padang Terus Membesar, Bertambah 32 Kasus Covid-19 Baru, Total 148 Positif

Klaster Pasar Raya Padang Terus Membesar, Bertambah 32 Kasus Covid-19 Baru, Total 148 Positif

Regional
Hendak Bersandar, Kapal Nelayan Bali Diusir dari Kepulauan Aru

Hendak Bersandar, Kapal Nelayan Bali Diusir dari Kepulauan Aru

Regional
50 Warga Tangsel Kedapatan Buang Sampah di Pembatas Jalan Ciledug Kota Tangerang

50 Warga Tangsel Kedapatan Buang Sampah di Pembatas Jalan Ciledug Kota Tangerang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X