Sejumlah Caleg Desak Bawaslu Pidanakan Pelaku Politik Uang di Tasikmalaya

Kompas.com - 23/04/2019, 15:31 WIB
Puluhan warga mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, untuk meminta politik uang paketan DPR RI dan DPRD Jabar dari salah seorang pengusaha untuk ditindaklanjuti, Senin (22/4/2019). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAPuluhan warga mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, untuk meminta politik uang paketan DPR RI dan DPRD Jabar dari salah seorang pengusaha untuk ditindaklanjuti, Senin (22/4/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Calon anggota DPR RI daerah pemilihan XI Jawa Barat, Nurhayati mendesak Bawaslu Tasikmalaya untuk mengusut tuntas dugaan politik uang (money politics) di Tasikmalaya.

"Saya minta Bawaslu mengusut tuntas masalah money politics ini. Apabila ada unsur pidananya segera polisi memproses pidananya, dan partai caleg yang melakukan pidana harus dikenakan sanksi apabila sampai terbukti secara hukum. Ini jelas sudah membodohi rakyat," kata Nurhayati, caleg DPR RI asal PPP ini, Selasa (23/4/2019).

Selama ini, lanjut Nurhayati, ia sudah melakukan sosialisasi dan mendorong program-program vital di wilayah Tasikmalaya sampai bisa terwujud.

Saat menjadi anggota legislatif di Komisi V DPR RI, ia mengaku sudah berjuang membangun Bandara Tasikmalaya, kantor Basarnas Priangan Timur di Kabupaten Tasikmalaya, ribuan titik pembangunan rumah tak layak huni, hingga Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya. Namun kiprahnya itu habis hanya oleh amplop politik uang.

"Tapi, masyarakat malah ditipu oleh caleg yang menyebar politik uang, yang mengiming-imingi warga oleh amplop, tanpa mengetahui kinerjanya. Ini sangat mencederai demokrasi di Indonesia," tegasnya.

Baca juga: Bawaslu Jabar Kini Tangani 13 Kasus Politik Uang

Selama lima tahun di DPRI RI, Nurhayati mengaku selalu berkeliling ke kampung-kampung daerah pemilihannya. Infrastruktur seperti ratusan jembatan, jalan dan irigasi telah dibangun untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan akses jalan sesuai aspirasi warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi ya gitu deh, saya yakin pemilih di Tasikmalaya dan Garut cerdas. Tapi, pihak-pihak yang melakukan politik uang secara masif ini yang merusak tatanan demokrasi, jangan sampai terulang kembali," tambahnya.

Hal sama juga disampaikan caleg DPRD Provinsi Jawa Barat dari PKB, Oleh Soleh. Oleh menilai, politik uang sangat marak dan masif. Menurutnya, fenomena ini sangat tidak mendidik dan menodai kesucian demokrasi. 

"Betul, masyarakat sudah pragmatis. Tapi kalau tidak diberi ruang oleh para kontestan peserta pemilu, lambat laun pemilih juga akan rasional," kata Oleh, Selasa.

Kendati demikian, lanjut Oleh, meski politik uang marak, namun masih ada masyarakat masih melihat calon legislatif dari kinerja sebelumnya. Oleh mengklaim berdasarkan hitungan sementara di KPU, ia meraih suara sekitar 90.000.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X