Fakta Caleg PDIP Bakar Kotak Suara di Jambi, Sembunyi di Rumah Warga hingga Terancam Dipecat

Kompas.com - 23/04/2019, 13:43 WIB
Kotak suara dan surat suara Pemilu 2019 dibakar orang tak dikenal di TPS di wilayah Kota Sungaipenuh, Jambi. TRIBUN JAMBI/HERU PITRAKotak suara dan surat suara Pemilu 2019 dibakar orang tak dikenal di TPS di wilayah Kota Sungaipenuh, Jambi.

KOMPAS.com - Polisi telah menangkap oknum calon legislatif ( caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berinisial KS (53) yang menjadi tersangka pembakaran kotak dan surat suara Pemilu 2019.

Aksi tak terpuji KS tersebut dilakukan bersama rekan-rekannya di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Jambi pada Kamis (18/4/2019).

Setelah itu, polisi menangkap KS yang bersembunyi di sebuah rumah milik salah satu warga. Selain KS, polisi juga mengamankan dua rekannya, yaitu RJ alias R (31), warga RT 002 Kecamatan Tanah Kampung, dan A alias Pak Eka (55), warga Desa Pendung Hiang.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. KS ditangkap saat bersembunyi di rumah warga

Ilustrasi penangkapan terduga teroris.KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Ilustrasi penangkapan terduga teroris.

Direktur Reskrimum Polda Jambi AKBP Edi Faryadi mengatakan, KS ditangkap bersama dengan R di sebuah rumah milik warga.

“KS ditangkap tim gabungan saat bersembunyi di rumah penduduk. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Edi, Senin (22/4/2019).

KS dan R ditetapkan sebagai tersangka kasus yang terjadi di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai, Jambi, ini.

RJ alias R (31), warga RT 02 Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, merupakan Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Tanah Kampung.

Baca Juga: Caleg PDI-P Tersangka Pembakaran Kotak Suara Ditangkap Saat Bersembunyi

2. Salah satu pelaku, A, menyerahkan diri ke polisi

Ilustrasi polisiKOMPAS.com/NURSITA SARI Ilustrasi polisi

AKBP Edi Faryadi mengatakan, usai KS dan R ditangkap, A lalu menyerahkan diri ke Polres Kerinci. Berbeda dengan KS dan R, A saat ini masih berstatus saksi.

“Ketiganya saat ini diamankan di Polres Kerinci guna proses lebih lanjut,” ujar Edi.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Kerinci dihebohkan dengan pembakaran kotak suara pada Kamis (18/4/2019) sekitar pukul 04.30 WIB.

Karena perbuatan itu, belasan kotak suara Pemilu 2019 beserta dokumen di dalamnya musnah terbakar.

Menurut keterangan dari Ketua Panwaslu Kota Sungai Penuh Jumiral, ada 13 kotak suara yang dibakar.

Baca Juga: Caleg PDI-P Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Kotak dan Surat Suara Pemilu

3. PDIP: Bila benar, kami akan pecat

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Kasus salah satu caleg PDI-P berinisial KS (53) yang menjadi tersangka pembakaran kotak dan surat suara Pemilu 2019, mendapat perhatian khusus dari Sekretaris DPD PDI-P Provinsi Jambi, Akmaluddin.

Dirinya mengatakan akan mencari tahu kebenaran informasi tersebut dan akan memberikan sanksi tegas bila terbukti KS bersalah.

"Kami masih menunggu informasi itu benar atau tidak dan kami juga meminta pengurus DPC untuk konfirmasi langsung ke pihak kepolisian," ungkap Akmaluddin, Minggu (21/4/2019).

"Partai tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang mencederai semangat demokrasi. Bila benar akan kami beri sanksi pemecatan," tuturnya.

Baca Juga: Caleg Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Kotak Suara, Ini Kata PDI-P

4. Akibat aksi KS, 13 kotak suara terbakar

Kotak suara dibakar orang tak dikenal di salah satu TPS di wilayah KOta Sungaipenuh, Jambi.TRIBUN JAMBI/HERU PITRA Kotak suara dibakar orang tak dikenal di salah satu TPS di wilayah KOta Sungaipenuh, Jambi.

KS dan dua rekannya melakukan aksi membakar kotak suara tersebut pada Kamis (18/4/2019) sekitar pukul 04.30 WIB.

Menurut Jumiral, Ketua Panwaslu Kota Sungai Penuh, akibat aksi KS tersebut sebanyak 13 kotak suara Pemilu 2019 beserta dokumen di dalamnya musnah terbakar.

Seperti diketahui, saat itu para petugas di TPS 1, TPS 2 dan TPS 3 sedang melakukan penyelesaian administrasi.

Lalu sekitar pukul 04.00 WIB mendadak lampu di TPS padam dan terjadi pelemparan di lokasi TPS.

Akibatnya, para anggota KPPS berlarian menyelamatkan diri. Tak berselang lama, sekitar pukul 04.15 WIB, ada massa yang mendatangi TPPS dan merusak dan membakar kotak suara di tiga TPS, yakni TPS 1, TPS 2, dan TPS 3.

"Partai tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang menciderai semangat demokrasi. Bila benar, akan kita beri sanksi pemecatan," kata Akmaluddin, seperti dikutip dari Tribunnews.

Baca Juga: 5 Fakta Pembakaran 3 Kotak Suara di Maluku, Pelaku Diduga Oknum Caleg PDI-P hingga Merasa Dicurangi

Sumber: KOMPAS.com (Caroline Damanik)/ Tribunnews (Roifah Dzatu Azma)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun 'Silicon Valley' hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun "Silicon Valley" hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Regional
25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Regional
Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Regional
Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Regional
7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

Regional
Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X