Bupati Cellica akan Berikan Santunan bagi Dua KPPS yang Gugur dengan Uang Pribadi

Kompas.com - 23/04/2019, 11:49 WIB
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat pembukaan Porpemda Jabar XIV di Stadion Singaperbangsa Karawang, Senin (26/11/2018) malam. Cellica berharap Pemkab Karawang mendapat hibah dari Pemprov Jabar untuk pembangunan stadion baru.
KOMPAS.com/ FARIDA FARHAN Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat pembukaan Porpemda Jabar XIV di Stadion Singaperbangsa Karawang, Senin (26/11/2018) malam. Cellica berharap Pemkab Karawang mendapat hibah dari Pemprov Jabar untuk pembangunan stadion baru.

KARAWANG, KOMPAS.com - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengaku, akan memberikan santunan kepada dua anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) di Karawang yang meninggal lantaran diduga kelelahan. Santunan tersebut berasal dari uang pribadinya.

"Kami (Pemkab Karawang) tidak menganggarkan itu (santunan), makanya pakai uang pribadi saja, tidak perlu mengganggu kas daerah. Soal besarannya saya belum memutuskan," kata Cellica, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/4/2019).

Cellica mengatakan, santunan tersebut diberikan untuk meringankan keluarga yang ditinggalkan. Juga, sebagai apresisasi atas kerja keras para petugas KPPS dalam menyukseskan Pemilu 2019.


Baca juga: Sesak Nafas Usai Kawal Pemilu, Seorang Anggota KPPS Kota Bogor Meninggal

"Saya atas nama pemerintah Kabupaten Karawang menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami dua anggota KPPS kita saat menjalankan tugas," kata dia.

Cellica mengatakan, Pemkab Karawang memang mengeluarkan hibah untuk penyelenggaraan pemilu, namun tidak menganggarkan untuk santunan KPPS.

Cellica mengakui, penyelenggaraan pemilu 2109 ini lebih berat ketimbang pemilu sebelumnya.

Sebab, pemilu kali ini berlangsung serentak antara Pilpres dan Pileg yang dilangsungkan dalam satu hari.

Baca juga: 6 Petugas KPPS di Cianjur Meninggal karena Kelelahan

 

Sehingga, petugas KPPS perlu kerja keras untuk menyelesaikan tugas, mulai dari pencoblosan hingga perhitungan.

"Surat suara yang dicoblos dan dihitung lebih banyak hingga cukup menguras waktu dan tenaga. Petugas KPPS ini berjasa untuk Negara," kata dia.

Sebelumnya, Dua orang petugas KPPS di Karawang gugur saat menjalankan tugas. Mereka yaitu Yaya Suhaya (71), anggota KPPS di TPS 04 Desa Cilewo, dan Agus Mulyadi, Ketua KPPS di TPS 38 Karawang Kulon, Karawang.

Keduanya meningga setelah selesai menjalankan tugasnya dengan baik.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X