Fenomena Tanah Bergerak, BPBD Imbau Warga Nyalindung, Sukabumi, Tetap Waspada

Kompas.com - 23/04/2019, 09:04 WIB
Seorang warga menunjukkan retakan di lantai dampak bencana gerakan tanah di Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (22/4/2019) KOMPAS.com/BUDIYANTOSeorang warga menunjukkan retakan di lantai dampak bencana gerakan tanah di Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (22/4/2019)

SUKABUMI, KOMPAS.com — Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Sukabumi Nanang Sudrajat mengatakan, saat ini pihaknya sudah melaksanakan langkah-langkah mitigasi bencana kepada masyarakat terkait bencana tanah bergerak di Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat.

Pihaknya telah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada ketika hujan mengguyur kawasan tersebut.

"Masyarakat sudah diimbau untuk lebih waspada dan siap siaga bila hujan mengguyur deras. Masyarakat diimbau untuk mencari tempat berlindung yang aman," ujar Nanang kepada Kompas.com di sela-sela pengecekan ke Kampung Gunungbatu, Senin (22/4/2019) petang.

Baca juga: Tanah Bergerak di Nyalindung Sukabumi, 115 Rumah Terancam Rusak

Nanang mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung untuk mengambil langkah lanjutan terkait kejadian itu.

Hasil dari kajian PVMBG berupa rekomendasi akan dijadikan sebagai salah satu dasar penanganan lanjutan. Saat ini pihaknya sudah melaksanakan langkah-langkah mitigasi bencana kepada masyarakat.

"Untuk penanganan gerakan tanah di Nyalindung ini kami akan berkoordinasi dan mengajukan pelaksanaan kajian ke PVMBG," kata Nanang.

Baca juga: Tanah Bergerak, BPBD Bima Pasang Alat Deteksi Longsor

Diberitakan sebelumnya, sekitar 40 rumah rusak terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, sedangkan 115 rumah lainnya dalam kondisi terancam.

Tanah bergerak juga mengakibatkan ruas Jalan Sukabumi-Sagaranten di kampung setempat anjlok dan mengancam 26 hektar lahan persawahan.

Gerakan tanah ini mulai dikeluhkan masyarakat sejak sepekan ini setelah hujan deras mengguyur sehari semalam. Hingga Senin (22/4/2019) pergerakan tanah terus dirasakan warga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Regional
Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Regional
Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Regional
Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Regional
Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Regional
LIPI: Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

LIPI: Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

Regional
2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

Regional
2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

Regional
Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Regional
Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Regional
Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Regional
Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Regional
Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Regional
Di Daerah Ini Warga Harus Inden Sepekan untuk Dapatkan Air Bersih

Di Daerah Ini Warga Harus Inden Sepekan untuk Dapatkan Air Bersih

Regional
Tak Bisa Dipisahkan, Bayi Kembar Siam di Bali Diperbolehkan Pulang

Tak Bisa Dipisahkan, Bayi Kembar Siam di Bali Diperbolehkan Pulang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X