Kelelahan, Sejumlah Petugas KPPS Sumedang Dirawat di Rumah Sakit

Kompas.com - 23/04/2019, 07:02 WIB
Ketua KPU Sumedang Ogi Ahmad Fauzi di kantor KPU Sumedang. KOMPAS.com/AAM AMINULLAHKetua KPU Sumedang Ogi Ahmad Fauzi di kantor KPU Sumedang.

SUMEDANG, KOMPAS.com - Sejumlah anggota KPPS di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat jatuh sakit akibat kelelahan menjalankan tugas pada Pemilu 2019.

Bahkan, beberapa di antaranya harus menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Sumedang.

Rata-rata anggota KPPS jatuh sakit akibat kelelahan selama menjalankan tugasnya dari mulai tahapan persiapan H-1 pencoblosan hingga proses rekapitulasi hasi pemungutan suara di tingkat PPK.

"Ada sejumlah anggota kami yang jatuh sakit, beberapa di antaranya harus menjalani perawatan di ruang ICU. Tapi Alhamdulillah, kondisi mereka berangsur membaik, rawat jalan hingga bisa pulang ke rumah," ujarnya Ketua KPU Sumedang Ogi Ahmad Fauzi saat ditemui Kompas.com saat menerima logistik pemilu dari tingkat PPK di kantor KPU Sumedang, Senin (22/4/2019) malam.


Baca juga: Empat Petugas KPPS di Sumsel Meninggal, 1 Masih Kritis

Ogi bersyukur, kondisi seluruh angggotanya berangsur membaik.

KPU Sumedang, kata Ogi, sangat terbantu dengan upaya dari Polres Sumedang yang dalam beberapa waktu terakhir bersama tim medis dari Dokkes Polres Sumedang, berkeliling memeriksa kondisi kesehatan anggota Pam dan petugas KPPS di tingkat PPK.

Ogi mengatakan, terkait progres hasil rekapitulasi suara dan penerimaan logistik, hingga Senin malam, pihaknya telah menerima dari lima PPK yang telah menyelesaikan pleno di tingkat PPK.

Lima PPK tersebut yakni dari Kecamatan Situraja, Rancakalong, Cibugel, Ujungjaya, dan Tanjungmedar.

Baca juga: Anggota KPPS di Magetan Meninggal Saat Bantu Rekap di Kecamatan

Ogi menambahkan, secara umum pihaknya tidak mengalami kendala berarti. Terkait progres ditentukan oleh banyaknya desa di tiap kecamatan.

KPU Sumedang menargetkan logistik dari seluruh PPK di Sumedang bisa diterima tanggal 25 April 2019.

"Tidak ada kendala berarti di tingkat PPK, dari 26 kecamatan memang baru 5 yang telah menyerahkan logistiknya ke KPU. Dari PPK yang lain bukan berarti lambat, tapi semata karena di tiap kecamatan itu kondisinya berbeda-beda. Khususnya di kecamatan yang jumlah desanya memang banyak," ucapnya.

"Target kami setelah tanggal 25 April itu bisa langsung menggelar rapat pleno di tingkat kabupaten," kata Ogi menambahkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X