Empat Petugas KPPS di Sumsel Meninggal, 1 Masih Kritis

Kompas.com - 22/04/2019, 22:49 WIB
Suasana penghitungan suara Presiden dan calon wakil Presiden di TPS 058 RT 045 RW 010 Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Rabu (17/4/2019).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Suasana penghitungan suara Presiden dan calon wakil Presiden di TPS 058 RT 045 RW 010 Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Rabu (17/4/2019).

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Jumlah petugas KPPS yang meninggal di Sumatera Selatan bertambah menjadi empat orang, setelah dua petugas lagi dilaporkan meninggal akibat kelelahan. 

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan mendapatkan dua laporan petugas KPPS meninggal, yakni Fachrul (50) di TPS 02 OKU dan Tuti Handayani di TPS Desak Suka Mulya OKI. 

Namun, Senin (22/4/2019) sore, laporan kembali mereka terima atas nama Untung Imansyah dari Kabupaten Banyuasin dan Syarifudin TPS 06 Desa Anyar, Orang Komering Ulu (OKU), Timur.

Baca juga: Anggota KPPS di Magetan Meninggal Saat Bantu Rekap di Kecamatan

"Total sudah ada empat petugas KPPS meninggal, laporannya baru diterima sore ini," kata angggota KPU Sumsel Divisi Hukum dan Pengawasan Hepriadi saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (22/4/2019). 

Selain empat orang telah dinyatakan meninggal, dua petugas KPPS yang berada di Kabupaten Lubuk Linggau dan OKU Timur masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat kelelahan dan satu lagi dalam keadaan kritis.  

"Untuk yang kritis itu petugas KPPS di Lahat. Sementara yang di Lubuk Linggau mengalami pecah pembuluh darah,"ujar Hepriadi. 

Hepriadi melanjutkan, para petugas KPPS itu sebelumnya dalam keadaan baik sehingga bisa menjalankan tugas. Namun, karena kelelahan, satu per satu petugas KPPS akhirnya tumbang. 

"Riwayat sakit tidak ada, semuanya dalam keadaan baik, sesuai surat kesehatan yang mereka berikan saat mendaftar.Tapi memang mereka kelelahan," kata dia. 

Baca juga: Diduga Kelelahan Ikut Rekapitulasi, Seorang Ketua KPPS di Maluku Meninggal

Sebelumnya, dua petugas KPPS di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Komering Ilir (OKI) dinyatakan meninggal akibat Kelelahan usai menghitung surat suara pemilu 2019. 

Dua petugas KPPS tersebut yakni Fachrul (50) di TPS 02 OKU dan Tuti Handayani di TPS Desak Suka Mulya, OKI. 

Hepriadi membenarkan kabar tersebut. Kedua petugas KPPS itu, menurutnya, meninggal pada Kamis (18/4/2019) lalu, satu hari setelah pencoblosan. 




Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X