Kompas.com - 22/04/2019, 21:26 WIB
Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah Dahlan menginstruksikan para petugas di daerah untuk melakukan pengawasan terhadap akun-akun medsos milik ASN. IstimewaKetua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah Dahlan menginstruksikan para petugas di daerah untuk melakukan pengawasan terhadap akun-akun medsos milik ASN.


BANDUNG, KOMPAS.com- Daftar kasus politik uang yang ditangani oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat bertambah menjadi 13 kasus.

“Kebanyakan dilakukan di hari tenang masa kampanye,” kata Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdullah Dahlan saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/4/2019).

Abdullah mengatakan, 13 kasus tersebut saat ini masih dalam proses penanganan Bawaslu Jawa Barat.

Baca juga: Bawa A5 ke Bawaslu, Mahasiswa Yogyakarta Minta Nyoblos di Pemungutan Suara Lanjutan

 Jika terbukti, maka akan berlaku sanksi pidana sesuai Pasal 523 ayat 2 di mana pidana politik uang di masa tenang diancam dengan hukuman 4 tahun kurungan penjara dan denda Rp 48.000.000.

Kemudian, Pasal 523 ayat 3 yang berbunyi jika politik uang dilakukan di hari-H pencoblosan, maka pelaku diancam hukuman 3 tahun kurungan penjara dan denda Rp 36.000.000.

“Siapapun yang melakukan money politics, walau pemilu sudah selesai, tetap kami proses,” jelasnya.

Abdullah mengatakan,

“Keputusannya minggu ini karena ada juga dari 13 ini yang tidak memenuhi unsurnya. Karena sebagian juga masih bentuk dugaan,” katanya.

Baca juga: Temukan Kecurangan Saat Pemilu, Warga Desa di Sumedang Datangi Bawaslu

Lebih lanjut Abdullah menambahkan, ada 12 kasus politik uang yang dilkukan di masa tenang di beberapa daerah di Jawa Barat seperti Kabupaten Ciamis, Kuningan, Pangandaran, Indramayu, Garut, dan Kota Bandung.

"Sementara pada hari H pencoblosan, kami menemukan satu kasus politik uang yang terjadi di Kabupaten Pangandaran," tuturnya.

Abdullah menerangkan, praktik politik uang tersebut dilakukan dengan berbagai cara, seperti pembagian amplop berisi uang Rp 25.000 beserta kartu nama yang terungkap di Kabupaten Ciamis dan Kuningan serta pemberian amplop berisi uang Rp100.000 yang terjadi di Kabupaten Pangandaran.

"Di Kota Bandung, politik uang dilakukan dengan cara pembagian sabun cuci bermerek beserta contoh surat suara. Sementara di Indramayu ada pembagian 174 set bingkisan dan sembako," ungkapnya.

Hasil temuan tersebut, tambah Abdullah, berkat pengawasan yang dilakukan jajaran Bawaslu dan Gakumdu Jawa Barat di 27 kabupaten kota dengan metode dan strategi patroli pengawasan politik uang.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat ( Jabar) mendapatkan temuan dan laporan dugaan praktik politik uang selama masa tenang hingga hari pemungutan suara, pada Minggu (14/4/2019) hingga Rabu (17/4/2019).

Baca juga: Bawaslu: 26 Panitia Pengawas Pemilu Meninggal karena Kelelahan

Komisioner Bawaslu Jabar Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Yulianto mengungkapkan, sejauh ini terdapat lima kasus temuan dan laporan dugaan praktik politik uang di Jabar.

"Jadi ada lima temuan dan laporan praktik politik uang di masa tenang hingga hari pencoblosan," kata Yulianto, melalui sambungan telepon, Kamis (19/4/2019).

Satu di antaranya adalah laporan mengenai dugaan praktik politik uang oleh seorang caleg di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada hari pemungutan suara.

Namun, kata dia, kasus tersebut statusnya belum di-register sebagai temuan karena masyarakat di Bogor enggan menjadi saksi sehingga perlu dilakukan penelusuran maksimal tujuh hari kerja.

"Belum register dan kami masih ada waktu sampai tujuh hari penelusuran kalau indikasinya kuat maka akan dijadikan temuan," ujarnya.

Berdasarkan laporan itu, lanjutnya, salah satu caleg DPRD setempat membagikan amplop disertakan bahan kampanye kepada orang lain.

Menurutnya, laporan itu akan sulit terungkap selama masyarakat di Bogor enggan menjadi saksi atas pelanggaran praktik politik uang tersebut.

"Laporannya kemarin ke personel Bawaslu provinsi saat proses monitoring ketemu dan yang bersangkutan bercerita tapi dia tidak bersedia untuk menjadi saksi/pelapor," terangnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X