Polisi Akan Bubarkan Arak-arakan Kemenangan Pemilu

Kompas.com - 22/04/2019, 20:31 WIB
Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, ketika menyampaikan keterangan proses pengamanan pemilu di Trenggalek Jawa Timur (21/04/2019) KOMPAS.com/SLAMET WIDODOKapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, ketika menyampaikan keterangan proses pengamanan pemilu di Trenggalek Jawa Timur (21/04/2019)


TRENGGALEK,KOMPAS.com – Guna menjaga kondusivitas wilayahnya pascapemilu 17 April lalu, Kepolisian Trenggalek menegaskan agar tidak ada pesta kemenangan atau klaim kemenangan dari pendukung maupun peserta pemilihan umum tahun 2019 ini.

Hal ini dilakukan pihak kepolisian, demi menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan banyak pihak.

“Untuk Trenggalek, kami imbau kepada seluruh peserta pemilihan, masyarakat pendukung pilpres, agar tidak melakukan arak-arakan atau euforia klaim kemenangan,” terang Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S,di lingkungan Mapolres Trenggalek (22/04/2019).

Baca juga: 48 Kotak Surat Suara di Trenggalek Kehujanan, 9 Diantaranya Rusak

Selain untuk para peserta pemilihan legislatif maupun pendukung pilpres, larangan arak-arakan atau gelaran besar juga dilarang bagi kepala desa yang baru saja dilantik beberapa hari lalu.

Diharapkan, para peserta pemilu maupun calon legislatif menahan diri agar tidak melakukan kegiatan yang bersifat perayaan, maupun mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memancing suasana kurang nyaman.

“Apabila diketahui ada perayaan kemenangan secara besar-besaran atau arak-arakan, maka akan kami bubarkan. Demi menjaga kondusivitas pasca pemilihan ini. Kita tunggu hasil dari KPU,” ujar Kapolres Trenggalek.

Baca juga: Nyoblos di Trenggalek, Emil Dardak Pandangi Nama Almarhum Adiknya di Daftar Caleg
Kapolres Trenggalek juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak terpancing dengan isu-isu yang banyak beredar di media sosial.

Diketahui, saat ini banyak beredar isu-isu negatif yang bersifat provokatif di medsos.

Masyarakat diminta untuk tenang hingga hasil resmi dari KPU pusat diumumkan.

Saat ini, tahapan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan masih berlangsung dan sebagian kecamatan sudah menggelar pleno terbuka.

“Saya imbau kepada seluruh masyarakat Trenggalek agar turut menjaga kondusivitas di wilayahnya masing-masing. Saat ini petugas keamanan dari TNI dan Polri berjaga 24 jam di setiap kecamatan,” terang Didit.

“Kami juga tidak segan untuk menindak siapa saja, yang sengaja mengganggu ketertiban umum. Dan kami pastikan wilayah Trenggalek dalam keadaan aman dan kondusif. Percayakan semua kepada Polri dan TNI," tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X