Petugas KPPS Meninggal Dunia di Cianjur Bertambah Jadi Empat Orang

Kompas.com - 22/04/2019, 19:42 WIB
KEGIATAN Pemilu Serentak 2019 di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menelan korban jiwa empat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANKEGIATAN Pemilu Serentak 2019 di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menelan korban jiwa empat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)

Ketua KPPS 13 Perum Hegarmanah, Kec. Karangtengah, Kab. Cianjur, Yusuf Ruslan Tajiri kepada Kompas.com mengaku, selama proses pungut hitung, ia dan seluruh petugas KPPS tidak tidur hingga berhari-hari.

“Terus-terusan bekerja mulai proses pencoblosan, penghitungan dan rekap suara. Belum lagi membuat banyak berita acara, hingga harus bolak-balik mengirimkan logistik ke kantor desa,” katanya.

Baca juga: Petugas KPPS Meninggal Dunia di Cianjur Bertambah Jadi Dua Orang

Yusuf mengaku, penyelenggaraan pemilu kali ini terasa sangat berat dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya.

“Saya sudah 20 tahun jadi Ketua KPPS, dan ini yang paling berat. Bekerja ekstra, sangat melelahkan. Tolonglah pemerintah jangan ada lagi pemilu diserentakkan seperti sekarang ini. Dipilah-pilah saja, pileg dan pilpres,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Cibulakan, Kec. Cugenang, Kab. Cianjur, Ayi Sudjana. Ia mengaku tugas sebagai penyelenggara di tingkat PPS maupun TPS pada pemilu saat ini adalah yang paling berat sepanjang pengalamannya mengawal pesta demokrasi sejak jaman Orde Baru.

“Baru kali ini beratnya minta ampun. Belum lagi persoalan logistik yang harus jemput bola (ke gudang KPU). ATK dan perlengkapan untuk hari H banyak yang kurang. Saya saja Ketua PPS tidak tidur empat hari empat malam,” imbuhnya.

 

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X