Seorang Anggota PPK dan Dua Petugas KPPS di Kalbar Meninggal Dunia

Kompas.com - 22/04/2019, 18:02 WIB
Ketua KPU Kalbar Ramdan (tengah) memberi keterangan pers terkait tambahan pemungutan suara ulang dan lanjutan di dua TPS di Kalbar, Senin (22/42019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTA Ketua KPU Kalbar Ramdan (tengah) memberi keterangan pers terkait tambahan pemungutan suara ulang dan lanjutan di dua TPS di Kalbar, Senin (22/42019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kalimantan Barat, Ramdan mengungkapkan, tiga petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia pasca pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019, Rabu (17/4/2019) lalu.

Ketiganya adalah Safii, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Sekadau, serta Libertus Ferdisinata dan Bonipasius Nenggang, anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Kapuas Hulu.

"Diduga ketiganya kelelahan selama menjalankan tugas," kata Ramdan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KPU Kalbar, Senin (22/4/2019) petang.

Baca juga: Jumlah Petugas KPPS Meninggal Bertambah Jadi 90 Orang

Tanpa merinci lebih jauh, terkait kronologis dan waktu meninggalnya ketiga petugas pemilihan itu, Ramdan mewakili seluruh jajaran petugas di KPU Kalbar, menyampaikan ucapan duka cita dan belangsungkawa atas meninggalnya ketiga petugas penyelenggara pemilu tersebut.

Bagi dia, para petugas ini telah menjalankan tugasnya dengan dedikasi tinggi.

"Karena kelelahan menjalankan tugas hingga meninggal dunia, ini merupakan pengorbanan yang luar biasa bagi bangsa dan negara," ungkapnya.

Baca juga: Petugas KPPS Meninggal Dunia di Cianjur Bertambah Jadi Dua Orang

Dia melanjutkan, sesuai dengan arahan yang diterima dari KPU pusat, maka seluruh data petugas, baik yang meninggal dunia dan tengah sakit, sudah dilaporkan.

"Terkait dengan tindak lanjutnya, akan diserahkan ke KPU pusat. Namun kami (KPU Provinsi Kalbar) berharap, keluarga korban bisa mendapatkan santunan," imbuhnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Regional
'Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin'

"Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin"

Regional
Bentrok Warga Gara-gara Senjata Mainan, 1 Rumah dan Sepeda Motor Dibakar, 6 Orang Luka

Bentrok Warga Gara-gara Senjata Mainan, 1 Rumah dan Sepeda Motor Dibakar, 6 Orang Luka

Regional
Detik-detik Kapal Yacht dari Australia Dibegal di Perairan Lampung

Detik-detik Kapal Yacht dari Australia Dibegal di Perairan Lampung

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Pemburu Tersesat 5 Hari di Hutan | WNA Australia Dirompak dan Telantar di Laut

[POPULER NUSANTARA] Cerita Pemburu Tersesat 5 Hari di Hutan | WNA Australia Dirompak dan Telantar di Laut

Regional
Viral Cuitan Dokter Soal Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Fakta Lengkapnya

Viral Cuitan Dokter Soal Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
Terancam Dicopot dan Diduga Mabuk, Fakta Kapolsek Tabrak Rumah dan Tewaskan 2 Warga

Terancam Dicopot dan Diduga Mabuk, Fakta Kapolsek Tabrak Rumah dan Tewaskan 2 Warga

Regional
Sebelum Kabur ke Bali, Pasien Positif Corona Ini Sempat Salaman dengan Tetangga saat Lebaran

Sebelum Kabur ke Bali, Pasien Positif Corona Ini Sempat Salaman dengan Tetangga saat Lebaran

Regional
3 Jemaah Ponpes di Pandeglang Positif Corona, Pernah Kontak dengan WN Bangladesh

3 Jemaah Ponpes di Pandeglang Positif Corona, Pernah Kontak dengan WN Bangladesh

Regional
2 Tenaga Medis di Maluku Dinyatakan Sembuh, 30 Masih Dirawat

2 Tenaga Medis di Maluku Dinyatakan Sembuh, 30 Masih Dirawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X