Sempat Dirawat 5 Hari, Petugas KPPS di Cianjur Meninggal karena Kelelahan

Kompas.com - 22/04/2019, 16:15 WIB
KERABAT Hadiat (65), petugas KPPS yang meninggal dunia saat menjaga TPS memerlihatkan foto dan kartu tanda petugas KPPS almarhum di rumah duka di warga Kp. Panumbangan RT 002 RW 001, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (22/04/2019) KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANKERABAT Hadiat (65), petugas KPPS yang meninggal dunia saat menjaga TPS memerlihatkan foto dan kartu tanda petugas KPPS almarhum di rumah duka di warga Kp. Panumbangan RT 002 RW 001, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (22/04/2019)

CIANJUR, KOMPAS.com – Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari Kampung Panumbangan RT 002 RW 001, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Hadiat (65), meninggal dunia karena kelelahan menjalankan tugas mengawal Pemilu 2019. 

Hadiat meninggal di rumah sakit setelah sempat mendapatkan perawatan intensif selama lima hari. Bapak dua anak itu dilarikan ke rumah sakit setelah jatuh pingsan saat bertugas menjaga TPS 10 di sekitar tempat tinggalnya, Rabu (17/4/2019).

“Sempat dibawa ke rumah usai pingsan di TPS. Namun kondisinya tidak membaik dan langsung dibawa ke rumah sakit malam harinya. Sempat dirawat lima hari, tadi sekitar jam 12 siang adik saya meninggal,” tutur Apad (70), kakak Hadita kepada Kompas.com saat ditemui di rumah duka, Senin (22/4/2019) siang.


Baca juga: Ketua KPPS Lampung Utara Ditembak di Rumahnya, Ini Penjelasan Polisi

Apad menuturkan, adiknya punya riwayat darah tinggi. Ia menyebutkan sepuluh hari sebelum bertugas di TPS, Hadiat sempat terserang sakit kepala.

“Dia memang punya riwayat darah tinggi, malah sepuluh hari sebelumnya mengeluh sakit kepala, tapi  kemarin sudah sembuh lagi dan sehat-sehat saja,” sebutnya.

Karena itu, Apad mengaku kabar adiknya pingsan di lokasi TPS cukup mengagetkan pihak keluarga.

“Setelah pingsan itu lalu stroke, sempat dirawat di rumah sakit namun tadi siang meninggal,” ucapnya.

Baca juga: 54 Petugas KPPS Meninggal, Desakan Evalusi Muncul dan Tanggapan KPU

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Cibulakan, Ayi Sudjana mengatakan, Hadiat diduga meninggal diduga kelelahan saat bertugas menjaga TPS 10.

“Almarhum malam sebelumnya bergadang menjaga TPS, lantas pagi harinya sudah bertugas lagi. Katanya belum sempat makan, baru minum kopi dan merokok. Saya sempat sarankan untuk makan dulu, namun mengaku sudah makan, padahal kata istrinya belum,” kata Ayi.

Saat dijenguk ke rumah sakit, Ayi mengaku Hadiat sempat terlihat sehat bahkan memaksa ingin pulang karena tidak betah dirawat di rumah sakit.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Marah-marah ke Sopir Truk

Penyebab Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Marah-marah ke Sopir Truk

Regional
Kondisi Membaik, Bayi yang Dibuang di Jember Diserahkan ke PSAB

Kondisi Membaik, Bayi yang Dibuang di Jember Diserahkan ke PSAB

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome di Brebes, Diduga Alami Kelainan Seksual

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome di Brebes, Diduga Alami Kelainan Seksual

Regional
Jual Obat Penggugur Kandungan, Penjual Obat Kuat di Madiun Ditangkap

Jual Obat Penggugur Kandungan, Penjual Obat Kuat di Madiun Ditangkap

Regional
Ningsih Tinampi Klarifikasi Ucapannya Soal Datangkan Malaikat

Ningsih Tinampi Klarifikasi Ucapannya Soal Datangkan Malaikat

Regional
Negatif Corona, Mahasiswa Maluku yang Dikarantina Akhirnya Pulang ke Rumah

Negatif Corona, Mahasiswa Maluku yang Dikarantina Akhirnya Pulang ke Rumah

Regional
Seorang Pria di Lampung Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Korban Pembunuhan

Seorang Pria di Lampung Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Puluhan Rumah Warga di Karawang Rusak akibat Terjangan Puting Beliung

Puluhan Rumah Warga di Karawang Rusak akibat Terjangan Puting Beliung

Regional
Tak Dipinjamkan Sepeda Motor, Adik Bakar Rumah Abang Ipar di Aceh Utara

Tak Dipinjamkan Sepeda Motor, Adik Bakar Rumah Abang Ipar di Aceh Utara

Regional
Lewat Jalur Darat, Pengantaran Jenazah Pratu Yanuarius Dikawal hingga Atambua

Lewat Jalur Darat, Pengantaran Jenazah Pratu Yanuarius Dikawal hingga Atambua

Regional
Petugas Lapas Banceuy Bandung Temukan 30 Gram Sabu di Tong Sampah

Petugas Lapas Banceuy Bandung Temukan 30 Gram Sabu di Tong Sampah

Regional
Petani Buat Sayembara untuk Tangkap Pembuang Sampah di Selokan Mataram

Petani Buat Sayembara untuk Tangkap Pembuang Sampah di Selokan Mataram

Regional
Sertu Ikrar, Korban Helikopter MI-17, Dimakamkan di TMP Kota Sorong

Sertu Ikrar, Korban Helikopter MI-17, Dimakamkan di TMP Kota Sorong

Regional
Langka dan Mahal, Pemkab Cilacap Kirim 10.000 Masker untuk Pekerja Migran di Hong Kong

Langka dan Mahal, Pemkab Cilacap Kirim 10.000 Masker untuk Pekerja Migran di Hong Kong

Regional
Wagub Jabar Sebut Pembakaran Kantor Desa di Tasikmalaya Upaya Hilangkan Barang Bukti Dugaan Korupsi

Wagub Jabar Sebut Pembakaran Kantor Desa di Tasikmalaya Upaya Hilangkan Barang Bukti Dugaan Korupsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X