Ratusan Napi Nekat Bakar Rutan Pasangkayu, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 22/04/2019, 14:17 WIB
Ratusan narapida bersenjata balok dan kayu membakar rutan kelas IIB Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin, (22/4/2019). KOMPAS.com/JUNAEDIRatusan narapida bersenjata balok dan kayu membakar rutan kelas IIB Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin, (22/4/2019).


PASANGKAYU, KOMPAS.com - 167 nara pidana ( Napi) rutan Klas IIB Pasangkayu, Sulawesi Barat, merusak kantor sipir dengan senjata balok dan kayu. Mereka juga membakar sejumlah fasilitas di rutan tersebut. 

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, kerusuhan ini terjadi pada Senin (22/4/2019) 09.30 WITA. Saat ini pihak napi melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian yang sudah berada di TKP untuk menenangkan suasana. 

Kerusuhan ini diduga dipicu ulah petugas rutan yang menganiaya sejumlah napi, sehari setelah pencoblosan di TPS khusus, atau pada 18 April 2019. 

Baca juga: Satpol PP Pasangkayu Terlibat Kejar-kejaran dengan Kawanan Sapi yang Masuk Kota

Menurut pengakuan para napi, mereka sudah lama kesal dengan ulah petugas rutan tersebut. Sejumlah napi dianiaya lantaran berpeda pandangan saat coblosan di TPS khusus. 

Para napi juga memprotes terbatasnya pasokan air minum, air bersih serta makanan. Tiga fasilitas ini sering dipangkas oleh pihak rutan. 

Suasana salah satu ruang di rutan kelas IIB Pasangkayu, Sulawesi Barat, yang dibakar ratusan napi, Senin, (22/4/2019).KOMPAS.com/JUNAEDI Suasana salah satu ruang di rutan kelas IIB Pasangkayu, Sulawesi Barat, yang dibakar ratusan napi, Senin, (22/4/2019).
Kekesalan mereka memuncak sehingga mereka mengejar para petugas rutan, membakar dan merusak sejumlah fasilitas rutan. 

Akibat kebakaran di rutan tersebut, sejumlah water canon milik polisi dikerahkan sehingga api tidak meluas ke seluruh area rutan. 

Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar membantah jika kerusuhan yang terjadi berkaitan dengan pemilu pada Rabu (17/4/2019). 

Baca juga: Tokoh Adat Pasangkayu Sulbar Ancam Golput di Pilres 2019

"Ini karena ulah petugas sipir yang tidak simpatik hingga memicu kerusuhan narapidana. Situasinya sudah terkendali. Petugas kepolisan di BKO di rutan sampai situasi dinyatakan aman,” jelas Baharuddin Djafar, Senin. 

Saat ini, petugas kepolisian masih melakukan negosiasi dengan para napi. Sementara petugas rutan yang memicu kemarahan para napi sudah diamankan. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X