2 Pengawas Pemilu Meninggal Dunia di Jawa Tengah, 91 Petugas Dirawat di Rumah Sakit

Kompas.com - 22/04/2019, 13:53 WIB
Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

SEMARANG, KOMPAS.com - Dua petugas pengawas pemilu di Provinsi Jawa Tengah dilaporkan meninggal dunia ketika menjalankan tugas pada 17 April 2019 lalu. Dilaporkan juga, ada 91 pengawas yang mengalami sakit hingga dirawat di rumah sakit.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah Sri Sumanta menjelaskan, hingga Senin (22/4/2019), ada 93 jajaran pengawas yang dilaporkan mengalami musibah saat menjalankan tugas.

Rinciannya, 2 petugas meninggal dunia, 17 orang sakit hingga dirawat inap di rumah sakit,
49 orang rawat jalan, dan 23 sisanya mengalami musibah kecelakaan.

"Ada dua orang pengawas pemilu di Jawa Tengah yang meninggal dunia, yaitu atas nama Muchtarom, dan Suroso," kata Sumanta, Senin (22/4/2019).


Baca juga: 2 Hari Dirawat, Anggota KPPS Bernama Eva Arnaz Meninggal Dunia

Sunarta menjelaskan, Bawaslu menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para pengawas maupun yang mengalami sakit ketika menjalankan tugas pemilu.

Bawaslu mengapresiasi kerja dan dedikasi yang dilakukan sehingga tugas, fungsi dan wewenang berjalan maksimal. Hal itu dilakukan agar pemilu berlangsung adil.

"Kami apresiasi kerja keras dan dedikasi selama pemilu, dan itu dilakukan demi menjaga suara pemilih agar pemilu benar-benar bisa berjalan fair, jujur dan adil," tambahnya.

Baca juga: KPU: 54 Petugas KPPS Meninggal Dunia, 32 Orang Sakit

Dua pengawas yang meninggal yaitu Muchtarom, pengawas TPS 8 Desa Kalisemo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, dan Suroso pengawas pemilu tingkat desa di Desa Wironangan Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Ditambahkan Sunarta, mereka yang mengalami musibah rata-rata didominasi oleh pengawas TPS yaitu sebanyak 47 orang, lalu pengawas tingkat kelurahan/desa sebanyak 26 orang, staf sebanyak 13 orang dan Panwascam sebanyak 7 orang.

Sebelumnya, Koordinator Divisi Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro mengatakan, sebanyak 10 petugas yang terlibat dalam pemilu 2019 dilaporkan meninggal dunia hingga Sabtu (20/4/2019) sore.

Mereka meninggal dunia saat bertugas selama masa tahapan pemilu yang berlangsung pada 17 April 2019.

Selain itu, ada belasan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara ( KPPS) yang jatuh pingsan, sakit, keguguran hingga mengalami stroke.

Paulus menjelaskan petugas KPPS maupun petugas pengamanan TPS meninggal dunia saat bertugas pada 17 April, serta dalam proses rekapitulasi suara. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X