Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

Kompas.com - 21/04/2019, 20:41 WIB
Hery Haryanto Azumi (kopiah hitam) bersama sejumlah tokoh agama usai menggelar dialog lintas agama di Aryaduta, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.com/ DOKUMEN MAJELIS DZIKIR HUBBUL WATHAN Hery Haryanto Azumi (kopiah hitam) bersama sejumlah tokoh agama usai menggelar dialog lintas agama di Aryaduta, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

KOMPAS.com - Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon mengecam serangan 8 bom di Sri Lanka yang menewaskan 160 orang. Tiga bom di antaranya mengancurkan tiga gereja serta menewaskan puluhan jemaat.

Selain ke gereja, ledakan bom Sri Lanka juga menyasar tiga hotel bintang lima, yakni Shangri-La Hotel, Cinnamon Grand dan The Kingsbury Colombo di ibu kota bisnis Sri Lanka, Kolombo.

"Belum berselang lama pasca-serangan teroris yang menewaskan lebih dari 50 jamaah Masjid An-Noor dan beberapa masjid lain di Christchurch Selandia Baru, kini Srilanka tenggelam dalam duka ketika serangan bom dan bom bunuh diri teroris menewaskan ratusan orang jemaat gereja yang tengah merayakan Paskah," kata Hery Haryanto Azumi, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Minggu (21/4/2019).

Baca juga: Kemenlu Pastikan Tak Ada Korban WNI dalam Ledakan Bom Sri Lanka


Hery menilai, ledakan bom Sri Lanka adalah pembantaian yang tidak dapat dibenarkan oleh ajaran-ajaran agama mana pun dan apa pun alasannya.

"Tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai suci kemanusiaan," tandasnya.

Majelis Dzikir Hubbul Wathan pun mengajak seluruh umat beragama di Indonesia dan dunia untuk menggalang solidaritas lintas agama dan memerangi segala bentuk aksi terorisme yang mengatasnamakan agama.

"Bahwa tindakan terorisme tersebut tidak berhak mencantumkan nama atau alasan agama apapun sebagai dalih pembenaran," katanya.

Pihaknya juga menyerukan kepada seluruh pemuka agama untuk mengaktifkan dialog, baik antar-umat beragama maupun intern umat beragama dan juga dengan pemerintah. Hal itu untuk mencegah tindakan provokatif yang bisa memecah bangsa.

Baca juga: Dua Ledakan di Sri Lanka Diduga Akibat Aksi Bom Bunuh Diri

Pengurus besar MDHW juga mengajak masyarakat dunia untuk mendukung Pemerintah Srilanka dan segenap umat beragama di sana agar dapat melalui cobaan ini dengan baik dan mampu mengantisipasi berbagai permasalahan yang mungkin saja muncul di masa mendatang.

"Mari kita hanya menyebar rahmah (kasih sayang), bukan fitnah dan adu domba," katanya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X