1.000 Lilin untuk Petugas KPPS dan Polisi yang Gugur saat Bertugas

Kompas.com - 21/04/2019, 18:29 WIB
Para relawan Jokowi, sedang menyalakan lilin di depan Kantor KPU NTT, Minggu (21/4/2019) malamKOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Para relawan Jokowi, sedang menyalakan lilin di depan Kantor KPU NTT, Minggu (21/4/2019) malam

KUPANG, KOMPAS.com - Puluhan relawan Jokowi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi menyalakan 1.000 lilin dan doa bersama di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT, Minggu (21/4/2019).

Sebelum menggelar aksi doa bersama dan menyalakan lilin, para relawan ini menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Para relawan Jokowi ini terdiri dari BaraJP NTT, Pospera NTT, Seknas Jokowi NTT, Bravo5 NTT, Jenggala Center, RJI ( Relawan Jokowi Indonesia), SOJO (Solidaritas Jokowi, Teman Jokowi, ULTRAS untuk Jokowi dan RELIJI.

Baca juga: 12 Petugas KPPS di Jawa Barat Gugur saat Menjalankan Tugas


Koordinator aksi, Hildebertus Selly kepada Kompas.com di sela-sela aksi mengatakan, pihaknya mendoakan arwah petugas KPPS dan anggota Polri yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas selama proses pemungutan dan perhitungan suara pada pemilu serentak kemarin.

"Mereka adalah pahlawan demokrasi Indonesia yang mesti mendapatkan penghormatan dan penghargaan atas baktinya bagi Indonesia," ujar Selly.

Selain petugas KPPS dan polisi, pihaknya juga berterima kasih kepada anggota TNI dan Linmas, yang juga telah bekerja keras menyukseskan kegiatan pemilu.

Pihaknya, lanjut Selly, bersyukur atas proses pemungutan dan perhitungan suara pemilu serentak pada 17 April 2019 kemarin, yang telah berjalan dengan aman, tertib, lancar dan damai.

Para relawan Jokowi, kata Selly, memberikan apresiasi dan terima kasih kepada penyelengggara pemilu, KPU, Bawaslu dan aparat keamanan (TNI/Polri), serta seluruh rakyat Indonesia, yang telah secara bersama-sama menjaga situasi pemilu serentak ini berjalan sesuai harapan.

"Kami percaya dan memberi dukungan penuh kepada KPU sebagai lembaga adhock untuk menetapkan pemimpin Indonesia pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Dan juga mengimbau kepada seluruh elite dan rakyat Indonesia untuk tetap menjaga persaudaraan, persatuan dan kesatuan nasional," imbau Selly.

Baca juga: Lagi, Satu Orang Petugas KPPS Karawang Gugur

Selly pun berharap kepada seluruh rakyat Indonesia agar tetap menjaga ketenangan, kedamaian antar sesama anak bangsa dan jangan terprovokasi oleh upaya-upaya inkonstitusional.

"Mari kita percayakan kepada pihak penyelenggara pemilu untuk melalukan finalisasi proses ini hingga penetapan," ucap Selly.

Saat ini kata Selly, semua anak bangsa kembali merajut kebersamaan dan menciptakan rasa damai, hindari tindakan-tindakan yang terjadi perpecahan antar sesama anak bangsa.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X