"Jangan Lagi Ada Cebong dan Kampret, Semuanya Ayo Baikan Dong"

Kompas.com - 20/04/2019, 21:33 WIB
Puluhan anak yatim dari berbagai panti asuhan berkumpul dan membentangkan poster Janngan Lagi Ada Cebong dan Kampret di halaman kantor PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al-Akbar, Surabaya, Sabtu (20/4/2019).KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Puluhan anak yatim dari berbagai panti asuhan berkumpul dan membentangkan poster Janngan Lagi Ada Cebong dan Kampret di halaman kantor PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al-Akbar, Surabaya, Sabtu (20/4/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Puluhan anak yatim piatu dari berbagai panti asuhan berkumpul di halaman depan Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Sabtu (20/4/2019).

Anak-anak yatim piatu itu menghadiri kegiatan Ruwahan Akbar atau kegiatan penyambutan malam Nisfu Sya'ban dan diberi santunan.

Selain itu, anak-anak yatim piatu itu juga turun ke jalan membagi-bagikan ribuan kue apem kepada pengguna jalan yang melintas di sekitar kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar, Surabaya.


Uniknya, sembari membagi-bagikan kue apem, beberapa anak yatim juga membawa puluhan poster dan spanduk. 

Baca juga: KPU Berencana Laporkan Hoaks Pemilu ke Penegak Hukum

Poster dan spanduk itu ditujukan kepada para pendukung pasangan calon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan pasangan calon 02 Prabowo-Sandiaga, yang bertarung di Pilpres 2019.

"Jangan ada lagi cebong dan kampret. Semuanya, ayo baikan dong," bunyi salah satu tulisan dalam poster.

Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodhaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Timur Afif Amrullah mengakui pesan dalam poster itu memang ditujukan kepada para pendukung masing-masing paslon.

Ia ingin para pendukung segera mengakhiri perdebatan dan kembali akur untuk merajut kembali Indonesia.

Pasca-dilakukan pemungutan suara, kata Afif, sudah saatnya para elite dari kedua paslon kembali bersatu membangun Indonesia.

"Kami juga akan berdoa bersama-sama agar hasil Pemilu ini membawa dampak positif bagi bangsa dan masyarakat," kata Afif.

Afif mengungkapkan, alasan membagikan sebanyak 1.440 apem kepada pengguna jalan di kawasan Masjid Al Akbar Surabaya.

Menurutnya, jumlah apem yang dibagikan itu sengaja disesuaikan dengan tahun hijriah yang masuk pada tahun 1440 Hijriah.

Dalam tradisi Islam, kue apem memang banyak dibuat untuk memperingati malam Nisfu Sya'ban, seperti yang dianjurkan para kiai sepuh.

Baca juga: Atma Jaya Jakarta: Membangun Optimisme Paska Pemilu

Nama kue apem, kata Afif, berasal dari bahasa Arab, yakni Afwan yang memiliki makna atau arti permohonan maaf.

"Jadi, kue apem ini banyak dibagi-bagikan kepada tetangga maupun keluarga sebagai bentuk saling memaafkan di malam Nisfu Sya'ban," ujar dia.

Karena malam Nisfu Sya'ban bertepatan dengan momen pasca-Pemilu 2019, Afif berharap para elite dan pendukung paslon 01 serta paslon 02, bisa mengakhiri perselisihan yang mungkin terjadi.

Sehingga, apa pun hasil Pemilu 2019 nanti, semua pihak bisa menerima dan kembali bersatu lagi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X