Di Jatim, Kiai Pendukung Jokowi dan Prabowo Kompak Serukan Perdamaian

Kompas.com - 20/04/2019, 09:36 WIB
Kiai dan ulama pesantren pendukung Jokowi dan Prabowo serukan perdamaian pasca-Pilpres 2019. KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALKiai dan ulama pesantren pendukung Jokowi dan Prabowo serukan perdamaian pasca-Pilpres 2019.

SURABAYA, KOMPAS.com — Puluhan Kiai sepuh dan pimpinan pondok pesantren di Jawa Timur menggelar pertemuan tertutup di kediaman Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Surabaya, Jumat (19/4/2019) sore.

Di Pilpres 2019, para kiai tersebut tercatat sebagai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin dan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pantauan Kompas.com, selama dua jam lebih mereka membahas kondisi politik regional dan nasional setelah Pilpres 2019.

Beberapa kiai dan pimpinan pondok pesantren yang hadir antara lain Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi, Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya KH Miftahul Ahyar, Pengasuh Pesantren Ploso Kediri KH Zainuddin Djazuli dan KH Nurul Huda Djazuli, serta Pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan, KH Nawawi Abdul Djalil.

Selain itu, hadir juga Pengasuh Pesantren Sunan Drajad KH Abdul Ghofur, Pengasuh Pesantren Syaichona Kholil Bangkalan KH Fakhrillah Aschal, Pengasuh Pesantren Al Amin Kediri, KH Anwar Iskandar, Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad serta Pengasuh Pesantren Al-Ihsan Jrangoan, Sampang, KH Mahrus Malik.

Baca juga: Dua Anggota Polda Jatim Gugur saat Bertugas Pengamanan Pemilu 2019

Juga hadir Pengasuh Pesantren Salafiyah, Pasuruan, KH Idris Hamid, Pengasuh Pesantren Gersempal Sampang KH Syafiuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Al-Hikam, Burneh, Bangkalan, KH Nuruddin Rahman, Pengasuh Pesantren Langitan, Tuban, KH Maksum Faqih, serta Pengasuh Pesantren Panji Kidul Situbondo KH Zakky Abdullah.

Kata Gus Ipul, forum tersebut menyepakati beberapa hal antara lain menyerukan kepada umat Islam di Jawa Timur dan di Indonesia pada umumnya untuk tidak terprovokasi dengan kondisi politik setelah Pilpres 2019.

Para kiai dan pimpinan pesantren, kata Gus Ipul, juga sepakat menjaga suasana masyarakat yang aman dan kondusif, menjauhi segala bentuk provokasi dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah umat.

"Mulai sekarang sudah tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada 0 : 0," katanya.

Baca juga: NU Jatim Imbau Warganya Tak Percaya Klaim Kemenangan Capres

Sementara itu, KH Miftahul Akhyar, penjabat Rois Aam PBNU, meminta seluruh lapisan bangsa Indonesia untuk bersabar menunggu penghitungan suara yang dilakukan KPU.

"Mari ikut mengawasi agar KPU bekerja adil dan amanah sesuai undang-undang yang berlaku untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas," kata pemimpin pesantren Miftahussunnah Surabaya ini.

KH Mahrus Malik, pemimpin pesantren Al-Ihsan Sampang, juga mengimbau masyarakat, khususnya masyarakat Madura, untuk tidak gampang terprovokasi dengan ujaran-ujaran yang memecah belah umat.

"Di Madura, kondisinya sempat panas. Saya imbau masyarakat tidak mudah terpancing agar kondisinya tetap dingin," ucapnya. 

Baca juga: Jokowi-Maruf Amin Menang, NU di Jatim Disebut Solid

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Regional
Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Regional
Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Regional
Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Regional
Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Regional
Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Regional
Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Regional
Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Regional
Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Regional
Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Regional
[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

Regional
Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Regional
4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

Regional
Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Regional
Dalam 2 Bulan, Atap 2 Gedung Sekolah di Jatim Ambruk, Ini Kata Emil Dardak

Dalam 2 Bulan, Atap 2 Gedung Sekolah di Jatim Ambruk, Ini Kata Emil Dardak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X