#IndonesianElectionHeroes, Hormat untuk Para Pahlawan yang Gugur Saat Pemilu

Kompas.com - 19/04/2019, 17:51 WIB
Foto dua aparat polisi yang dikabarkan meninggal saat bertugas mengamankan Pemilu 2019.Instagram: Divisi Humas Polri Foto dua aparat polisi yang dikabarkan meninggal saat bertugas mengamankan Pemilu 2019.

KOMPAS.com - Ajang Pemilihan Umum ( Pemilu) pada 2019 ini menjadi cerita duka bagi sejumlah petugas yang harus gugur saat menjalankan tugasnya mengamankan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Sejumlah petugas polisi gugur dalam tugasnya mengawal kotak suara, sementara sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan saksi meninggal saat mengawal perhitungan suara yang berlangsung di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Berikut mereka para "Pahlawan Pemilu" yang gugur dalam tugasnya, dirangkum oleh Kompas.com. 

1. Bripka Ihwanul Muslimin, anggota Polsek Praya Barat, Polres Lombok Tengah

Bripka Ihwanul Muslimin anggota Polsek Praya Barat, Polres Lombok Tengah meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas usai melakukan apel pengamanan pemilu.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Budi Santoso menjelaskan, kejadian terjadi pada Minggu (14/4/2019) sekitar pukul 15.00 WITA.

Saat itu Bripka Ihwanul Muslim menuju kantor Polsek Praya Barat, setelah melakukan apel pengamanan TPS di kantor Polres Lombok Tengah.

"Korban atas nama Bripka Ihwanul Muslimin, mengalami kecelakaan lalu lintas setelah apel pergeseran kesiapan pengamanan di masing-masing TPS," kata Budi ketika ditemui di Kantor Polres Lombok Tengah, Kamis (18/4/2019) malam.

Baca juga: Kecelakaan, Anggota Polres Lombok Tengah Meninggal Usai Apel Pengamanan Pemilu

2. Aiptu Stefanus Pekuali (40), anggota Polres Kupang, NTT

Aiptu Stefanus Pekuali (40), anggota Polres Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas akibat kecelakaan lalu lintas, Jumat (19/4/2019) pagi, merupakan kepala pos polisi (Kapospol) Tuapukan.

Kasubag Humas Polres Kupang, Iptu Simon Seran, mengatakan, Stefanus meninggal setelah sepeda motor Honda CBR nomor polisi DH 4826 KF yang dikendarainya, bertabrakan dengan mobil pikap yang dikemudikan oleh Duagus Kabnani.

Saat itu, Stefanus hendak pulang ke rumahnya, usai bertugas melakukan pengamanan pemilu.

"Beliau hendak ke gereja bersama istri dan anaknya mengikuti ibadah Jumat Agung dan usai gereja akan kembali melakukan tugas pengamanan di PPK Kupang Timur," ungkap Simon kepada Kompas.com, Jumat sore.

Baca juga: Pulang Tugas Pengamanan Pemilu, Polisi di Kupang Tewas Tertabrak Mobil

 

3. Brigjen Polisi Syaiful Zachri, perwira penanggung jawab pemilu di NTT

Brigjen Polisi Syaiful Zachri meninggal dunia di Pulau Kelor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ( NTT). Syaiful adalah perwira penanggung jawab pemilu di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Iya meninggal tadi pagi, karena serangan jantung,"ungkap Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast kepada Kompas.com, Jumat.

Menurut Jules, Syaiful sempat dibawa ke Rumah Sakit Siloam untuk diberi perawatan medis, namun nyawanya tak bisa tertolong.

Baca juga: Kena Serangan Jantung Saat Pantau Pemilu, Brigjen Syaiful Zachri Meninggal

 

4. Brigadir Prima Leion Nurman Zasono, Anggota Polres Bondowoso

Personel Polres Bondowoso, Brigadir Prima Leion Nurman Zasono dikabarkan meninggal karena kecelakaan.

"Setelah melaksanakan apel pergeseran pasukan (serpas) jam 14.00 WIB yang bersangkutan menuju TPS plotting pengamanannya dengan mengendarai sepeda motor," ujar Kapolres Bondowoso, AKBP Febriansyah kepada Kompas.com, Kamis (18/4/2019).

"Setelah sampai di jalan depan Koramil Wonosari korban mengalami kecelakaan dengan mobil dari arah yang berlawanan," kata dia.

Sementara itu, almarhum Bripka Prima Leion akan dimakamkan di Kampung Pacoran RT 01 RW 03, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo.

Baca juga: Dua Anggota Polda Jatim Gugur saat Bertugas Pengamanan Pemilu 2019

5. Aiptu M. Saepudin, Babinkamtibmas Cilengkrang Polsek Cileunyi

Babinkamtibmas Cilengkrang Polsek Cileunyi Aiptu M Saepudin menghembuskan nafasnya di RS Ujung berung Bandung, Rabu (17/4/2019), sekitar pukul 09.20 WIB, kemarin.

Saepudin meninggal kecapekan setelah sebelumnya bertugas mengawal kotak suara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan adanya petugas kepolisian yang gugur setelah menunaikan tugasnya tersebut.

Sebelum meninggal, Saepudin sempat mengeluh sesak setelah melakukan tugasnya mengawal surat suara.

Baca juga: Kelelahan, Polisi di Bandung Meninggal Usai Kawal Kotak Suara

6. Aiptu M Supri, Anggota Polres Sidoarjo

Anggota Polres Sidoarjo bernama Aiptu M Supri meninggal dunia saat melakukan pengamanan di TPS 21-25 Desa Barengkrajan Kecamatan Krian.

Aiptu M Supri yang sehari-harinya bertugas di satuan lalu lintas itu tiba-tiba pingsan dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong.

Baca juga: Mereka yang Gugur Saat Menjaga dan Selenggarakan Pemilu 2019...

 

7. Jaenal, Ketua KPPS Desa Sukaharja, Kabupaten Bogor

Ketua KPPS Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jaenal (56) dikabarkan meninggal dunia saat menjalankan tugas pemilu pada Rabu (17/4/2019). 

Kapolsek Cijeruk AKP Anak Agung Raka membenarkan bahwa Jaenal meninggal diduga karena kelelahan saat bertugas mengambil logistik di gudang penyimpanan.

"Kurang tidur, maka pas pelaksanaan pemilihan kecapekan, maka pingsan sewaktu melaksanakan pengecekan di TPS tadi," ujar AKP Anak Agung Raka kepada Kompas.com, Rabu (17/4/2019).

Menurut dia, Jaenal langsung dilarikan ke Rumas Sakit Milenia Kota Bogor, namun sekitar pukul 14.30 WIB dirinya dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Ketua KPPS di Bogor Meninggal karena Kelelahan saat Bertugas

8. Rusmita, Saksi PPP di TPS 2 Dusun Jonggoa, Kabupaten Takalar

Seorang saksi salah satu partai di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah bertugas selama 24 jam lebih di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Keluarga korban hanya bisa menangis histeris tak kuasa menahan duka. Rusmita (17), gadis remaja asal Dusun Jonggoa, Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar meninggal dunia pada pukul 15.00 WITA, Kamis, (18/4/2019).

Sebelumnya, korban bertugas sebagai saksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di TPS 2 Jonggoa dan bekerja selama 24 jam lebih.

"Terakhir tinggal rumah saat subuh hari Rabu dan besoknya pulang jam pagi (pukul 06.00 WITA Kamis (18/4/2019)," kata Muhammad Ridwan Daeng Ngawing, orangtua korban.

Baca juga: Kelelahan Setelah Bertugas 24 Jam di TPS, Saksi Remaja Meninggal Dunia

9. Agus Susanto, Petugas KPPS di Malang

Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di tempat pemungutan suara (TPS) 4 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Agus Susanto (40), meninggal dunia.

Diduga, Agus meninggal karena kelelahan selama menjalani serangkaian kegiatan pemilu. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin mengatakan, Agus meninggal saat istirahat di rumahnya, di RT 06 RW 01 Kelurahan Tlogomas, Kamis (18/4/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Satu jam sebelum meninggal, Agus masih sempat menyelesaikan tugasnya dengan mengantarkan kotak suara ke kelurahan.

"Satu petugas kami di TPS 4, Kelurahan Tlogomas habis menyelesaikan tugasnya, dan sudah pengiriman kotak suara di tingkat Kelurahan, kemudian istirahat di rumah dan beliau dipanggil oleh Allah," katanya.

Baca juga: Diduga Kelelahan, Petugas KPPS di Malang Meninggal Usai Antar Surat Suara

10. Yaya Suhaya, Anggota KPPS di Karawang

Salah satu anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 04, Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Yaya Suhaya (71), meninggal dunia.

Yaya diduga meninggal akibat kelelahan sesudah menjalani serangkaian kegiatan Pemilu 2019.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang Miftah Farid mengungkapkan, ia mendapat kabar duka Yaya meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang pada Jumat (19/4/3019) dini hari.

"Yaya diduga kelelahan. Pagi ini saya menuju rumah almarhum," ujar Farid kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (4/2019).

Baca juga: Diduga Kelelahan, Seorang Anggota KPPS di Karawang Meninggal Dunia

11. Supriyanto dan Jeje, Ketua KPPS di Tasikmalaya

Dua orang ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) diketahui meninggal dunia akibat kelelahan saat bekerja di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Mereka adalah Supriyanto (54), Ketua KPPS TPS 11 Kampung Ciburaleng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, dan Jeje (60), ketua KPPS TPS 2 warga Kampung Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya.

Kedua orang tersebut meninggal tak lama berselang selesai melakukan penghitungan suara di TPS-nya masing-masing, Kamis (18/4/2019) kemarin.

Kedua korban telah disemayamkan di masing-masing rumah duka Kamis malam. Selain itu, kedua ketua KPPS yang meninggal tersebut memiliki riwayat penyakit jantung dan bronkhitis.

Baca juga: Dua Ketua KPPS di Tasikmalaya Meninggal Akibat Kelelahan di TPS

(KOMPAS.com: Sigiranus Mautho Bere, Idham Khalid, Heru Dahnur, Agie Permadi, Achmad Faizal, Retia Kartika Dewi, Abdul Haq, Andi Hartik, Farida Farhan, Irwan Nugraha, Afdhalul Ikhsan)

 

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X