Jokowi Kalah di Jabar, Ridwan Kamil: Politik Bukan Matematika...

Kompas.com - 18/04/2019, 17:24 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Bupati Bandung Dadang Naser saat diwawancarai media usai meninjau TPS 136 dan 137 di Taman Ceria, Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (17/4/3019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Bupati Bandung Dadang Naser saat diwawancarai media usai meninjau TPS 136 dan 137 di Taman Ceria, Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (17/4/3019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat ( Jabar) Ridwan Kamil angkat suara soal kalahnya raupan suara Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Jabar pada Pilpres 2019.

Pria yang akrab disapa Emil itu, mengaku belum bisa menjelaskan lebih jauh soal hasil perolehan suara lantaran masih dalam tahap penghitungan.

Ia mengungkapkan, secara umum hasil Pilpres 2019 tak jauh berbeda dengan tahun 2014.

"Pilpres 2014 dengan 2019 se-Indonesia tidak jauh berbeda. Tidak perlu dulu melihat Jabar. Kalau disebut kalah ya kalah tapi apakah sama, menipis, menguat, saya belum bisa ambil kesimpulan. Saya kira dalam pesta demokrasi sesuatu yang wajar. Menandakan bahwa politik bukan matematik," ucap Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (18/4/2019).


Baca juga: Jokowi-Maruf Kalah Telak di Jabar, Ini Kata Dedi Mulyadi

Ia menilai, kekalahan itu wajar dalam proses demokrasi. Sebab, sambung Emil, demokrasi hari ini sulit diprediksi. Meski demikian, ia mengklaim telah berupaya maksimal untuk mengikis jarak ketertinggalan.

"Enggak ada kendala itu mah pilihan wajar. Sudah maksimal, kalau persentasenya sama menandakan kerja keras empat tahun pun tidak selalu berbanding lurus dengan elektabilitas," tuturnya.

"Karena yang namanya demokrasi itu kesukaan. Kesukaan orang itu kadang tidak bisa diteorikan. Itulah uniknya dinamika politik one man one vote, reasoning-nya itu tidak bisa selalu diilmiahkan antara pemilih rasional dan emosional," paparnya.

Disinggung soal dampak serangan hoaks kepada Jokowi, Emil mengaku belum menganalisa. Namun, ia mengakui jika volume berita hoaks terus meningkat selama Pemilu.

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Jabar Tolak Seruan People Power Amin Rais

"Ini belum dianalisa tapi bacaan saya dari beberapa pengamatan seliweran hoaks ini kan luar biasa. Ukurannya laporan yang masuk ke Jabar Saber Hoaks itu 70 persen tentang Pemilu itu menandakan berita bohong dan meresahkan volumenya tinggi," kata Emil.

Hingga kini proses penghitungan resmi masih berlangsung secara bertahap. Namun, hasil cepat menunjukan pasangan Jokowi-Ma'ruf menang. Emil pun mengaku belum menghubungi Jokowi atas hasil tersebut.

"(Menelepon) Enggak belum ada urgensinya. Apa yang perlu disampaikan kan perlu dihitung, menunggu hasilnya saja," jelasnya. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Regional
60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X