Mengintip Aksi Bagi-Bagi Uang Caleg di Grobogan, Mulai Rekrut Preman hingga Serangan Fajar

Kompas.com - 18/04/2019, 12:35 WIB
Sulimin (48) warga Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menunjukkan bukti amplop yang ia terima dari salah satu caleg DPRD Grobogan‎, Rabu (17/4/2019). KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOSulimin (48) warga Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menunjukkan bukti amplop yang ia terima dari salah satu caleg DPRD Grobogan‎, Rabu (17/4/2019).

"Bahasa kasarnya yang dipilih jadi timses umumnya preman di kampungnya, karena lebih menguasai lokasi dan dekat dengan warga setempat. Saya pun memilih-milih siapa yang akan saya kasih amplop. Penerima amplop saya minta untuk merayu warga lain supaya mencoblos caleg yang saya maksud," ujar pekerja serabutan ini.

Amplop Sepaket dan Serangan Fajar

Ada yang menarik lagi dalam pencalonan wakil rakyat untuk mendulang suara di pedesaan di wilayah Kabupaten Grobogan. Selain menerima amplop, pada hari sebelum berangkat ke TPS, sejumlah warga mengaku juga menerima "serangan fajar" pada Rabu (17/4/2019) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. 

Bahkan uniknya warga menerima tiga amplop sekaligus dari seorang timses. Rinciannya, warga menerima satu paket amplop yang berisi tiga amplop dari caleg DPRD Kabupaten, caleg DPRD Provinsi dan caleg DPR RI. Ketiga caleg itu berasal dari partai yang sama.

"Kemarin sebelum pencoblosan, kami terima amplop dari caleg dan saat serangan fajar, kami juga terima amplop lagi dari caleg. Amplop itu modelnya paketan, bergambar partai dan di dalamnya ada tiga caleg DPRD, DPRD Provinsi dan DPR RI. Masing-masing Rp 10 ribu," kata Giyono, warga Kecamatan Brati, Grobogan.

Baca juga: Amplop Berisi Uang dari Posko M Taufik Rencananya Dibagikan kepada Saksi

Sementara itu, Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Jateng Moh Rifai, menyayangkan adanya praktik bagi-bagi uang dalam pesta demokrasi di Kabupaten Grobogan.  Terlebih lagi hal semacam itu diduga dipelopori oleh seorang calon wakil rakyat.

Sudah sepatutnya, kata dia, pemilu tidak dicemari dengan permainan kotor semacam money politics. Kebiasaan praktik money politics mengindikasikan lemahnya pendidikan politik di masyarakat khususnya para caleg itu sendiri.

Ujung-ujungnya, hasil dari pilihan masyarakat bukan dilihat dari kapabilitas, kualitas dan akuntabilitas calon caleg melainkan siapa yang punya duit maka dia yang akan pegang kendali kepemimpinan.  

"Kami sangat menyayangkan terjadinya money politics pemilihan legislatif di Grobogan. Ini akan merusak tatanan demokrasi yang saat ini lagi gencar. Budaya baru yang muncul di masyarakat yakni tidak ada uang tidak dicoblos, ini mengindikasikan lemahnya pendidikan politik terhadap masyarakat dan para caleg," kata Rifai.

Baca juga: Nusron Wahid Bantah Perintahkan Bowo Sidik Siapkan 400.000 Amplop Serangan Fajar Pileg

Sementara itu Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Grobogan, Fitria Nita Witanti, meyampaikan, sejauh ini pihaknya belum menemukan atau bahkan menerima laporan terkait praktik bagi-bagi uang caleg di wilayah Grobogan.

"Di Grobogan aman. Kami tidak temui praktik money politics. Laporan juga tidak ada. Selama ini, kami sudah berupaya keras mengawal pemilu. Kami juga gencar melakukan sosialisasi terkait pelanggaran pemilu," terang Fitria.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Regional
Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Regional
Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Regional
Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Regional
Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Regional
Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Regional
Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Regional
Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Regional
Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Regional
Aksi Pelajar yang 'Prank' Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Aksi Pelajar yang "Prank" Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
Pemutaran Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Regional
Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X