Cerita Penyandang Tunanetra Asal Aceh, Berjuang Jadi Caleg Demi Perjuangkan Hak Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 18/04/2019, 03:39 WIB
Hamdanil, seorang penyandang disabilitas memasukkan kertas suara ke kotak suara usai meyampaikan hak suaranya di TPS 5 Gampong Lamlagang Banda Aceh, Rabu (17/4/2019). Hamdanil harus dibantu pendamping karena tak tersedia template braile untuk kertas suara bagi penyandang tunanetra.KOMPAS.com/DASPRIANI Y ZAMZAMI Hamdanil, seorang penyandang disabilitas memasukkan kertas suara ke kotak suara usai meyampaikan hak suaranya di TPS 5 Gampong Lamlagang Banda Aceh, Rabu (17/4/2019). Hamdanil harus dibantu pendamping karena tak tersedia template braile untuk kertas suara bagi penyandang tunanetra.

BANDA ACEH, KOMPAS.com – 17 April 2019 menjadi pagi baru yang berbeda dari biasanya bagi Hamdanil (48), seorang penyandang tunanetra di Banda Aceh.

Hari pencoblosan tahun ini bukan lah hari biasanya baginya. Selain ikut memilih, Hamdanil juga merupakan peserta Pemilu 2019. Hamdanil mencalonkan diri sebagai caleg pertama dan satu-satunya penyandang disabilitas di Aceh.

Meski kesetaraan mulai dirasa sedikit demi sedikit, tapi untuk meraup suara cukup untuk menang sebagai caleg bukanlah hal yang mudah.

“Saya paham, masyarakat masih belum bisa percaya sepenuhnya pada kemampuan caleg penyandang disabilitas. Stigma ketidakmampuan pada diri seorang disabilitas, masih begitu tinggi. Namun demikian, saya harus memulai dari sekarang untuk mulai menghilangkan stigma tersebut,” kata Hamdanil, ditemui di TPS 05 Gampong Lamlagang, Banda Aceh, Rabu.

Baca juga: Quick Count Pilpres Kompas di Sumatera Bagian Selatan: Jokowi dan Prabowo Berbagi Suara

Meski punya keterbatasan, tak menyurutkan semangat Hamdanil untuk ikut pada kontestasi pemilihan umum (Pemilu) 2019. Dia maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Menyandang nomor pemilihan 2, Hamdanil bertarung di daerah pemilihan (Dapil) 4 Kecamatan Banda Raya dan Jaya Baru.

Hamdanil merupakan caleg tunanetra pertama di Aceh. Dia bukan kader partai PBB. Perjuangannya menjadi caleg bermula ketika mendapat panggilan telepon dari pengurus pusat PBB dan sekaligus pinangan untuk Hamdanil.

Faktanya saat itu, Hamdanil diminta menjadi perwakilan disabilitas dan menjadi caleg PBB tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) ke Senayan, Jakarta, bukan untuk provinsi atau bahkan Kota Banda Aceh.

“Setelah mempertimbangkan banyak hal saya memutuskan menerima tawaran ini dan kemudian menyiapkan semua persyaratannya. Tapi sayang, setelah berkonsultasi dengan keluarga dan teman-teman, ternyata mereka merasa sangat berat untuk ke Senayan dan mengaku tidak mampu menjangkau semua wilayah yang termasuk dalam daerah pemilihan,” ujarnya.

Akhirnya, Hamdanil disarankan agar maju di tingkat lokal saja.

"Saat pendaftaran sempat terkendala saat uji baca Al-quran, karena tidak ada Al-quran huruf braile, dan saya harus mengikuti ulang uji baca Al-quran di kantor Komisi Independen Pemilihan, dan dinyatakan lulus,” jelas Hamdanil.

Motivasi jadi caleg

Motivasi utama Hamdanil ingin menjadi anggota legislatif, ingin memperjuangkan nasib penyandang disabilitas. Misalnya di bidang kesejahteraan, pendidikan, akomodasi, dan hak-hak disabilitas yang menurutnya selama ini masih didiskriminasi.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Regional
33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

Regional
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional
Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Regional
Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Regional
Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Regional
Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Regional
Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Regional

Close Ads X