Kapolda Jatim: Secara Umum Madura Kondusif

Kompas.com - 18/04/2019, 00:43 WIB
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan

SURABAYA, KOMPAS.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan menyebut, secara umum pelaksanaan Pemilu 2019 di wilayah Madura kondusif hingga Rabu (17/4/2019) sore.

Dua insiden hanya terjadi di Sampang. Sementara di Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep dilaporkan aman terkendali.

"Alhamdulillah di Pamekasan, Sumenep, dan Bangkalan kondusif. Hanya di Sampang tadi yang ada beberapa kejadian. Intinya secara umum Madura kondusif," kata Luki di Mapolda Jawa Timur.

Baca juga: Di Sampang, Polisi Kejar-kejaran Dengan 2 Pencuri Kotak Suara

Sejak Rabu pagi, kata Luki, Forpimda Jawa Timur membagi lokasi pemantauan di Jawa Timur. Gubernur, Irwasda, dan Pangdam ke wilayah Jombang, Mojokerto, dan Sidoarjo. Sementara Wakapolda di wilayah Mataraman.

"Saya sendiri di wilayah Madura, karena sejak awal fokus pengamanan kami di wilayah Madura. Daerah ini punya rekam jejak konflik setiap kali digelar pemilihan umum," terangnya.

Seperti diberitakan, ada 2 peristiwa yang dilaporkan mewarnai pemungutan suara Pemilu 2019 di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Pertama 2 kelompok massa bentrok di TPS 07 Dusun Tapaan Tengah, Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates. Seorang dikabarkan tertembak senjata api di bagian tangan kiri dalam peristiwa itu.

Baca juga: 5 Orang Diamankan Pasca-bentrok Massa di TPS Sampang

Sementara di sebuah TPS di Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, 2 orang diamankan karena berusaha merampas kotak suara. Di dua lokasi itu, polisi berhasil mengamankan 7 orang yang diduga pelaku.



Terkini Lainnya

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional

Close Ads X